Tag

, , , , ,

cover ff melody of love

Tittle : Melody Of Love

 

Author : Illah Iluth (twitter: @Illah_Iluth)

 

Type : 2 shoot

 

Chapter : 1    

 

Genre : Romance, friendship, sad

 

Rating : PG

 

Main Cast :

– Jessica Jung

– Lee Donghae

 

Support Cast : Tiffany Hwang, Kim Heechul, Lee Eunhyuk, Lee Sungmin, etc…

 

Diclaimer : Semua cast milik tuhan dan orang tuanya masing-masing. Cerita ini milik saya, dan murni hasil pemikiran saya

 

Warning : cerita murahan, tidak seru, typo bertebaran, membosankan, bikin ngantuk, ending yang aneh, bikin sakit mata, bikin gatel-gatel, judul ga nyambung ama isi, cerita yang aneh dan alur yang pasaran!!!

 

____________________________________

 

Annyeong ^^

Iluth balik lagi, kali ini dengan cast HaeSica😄

Bagi yang menunggu what i’ve done chap 2 sabar dulu ya!! ^^

 

Happy reading~

___________________________________

 

Author POV

 

Jessica hanya diam menunjukan ekspresi dingin melihat Tiffany yang sedari tadi asyik bebincang lewat telefon dengan sang kekasih, Kim Heechul.

 

“ne Chullie oppa, aku tidak akan melirik pria lain” ujar Tiffany manja pada lawan bicaranya diseberang.

 

“hissssh” Jessica tampak sebal melihat sahabatnya yang kian hari makin mesra saja dengan kekasihnya.

 

Gadis cantik itu berjalan menuju dapur dan segera meracik segelas jus jeruk.

 

“Sicaaaaaaa” tiba-tiba Tiffany datang dan langsung memeluk Jessica dari belakang.

 

“ada apa? Sudah selesai??” tanya Jessica dingin.

 

“kau ini selalu dingin” Tiffany mencubit lengan Jessica.

 

“oh iya, nanti malam ayo kita ke Purple Cafe, Heechul oppa mengajakku kesana” ajak Fany begitu sumringah.

 

“denganku?? Kenapa tidak kau sendiri saja?”

 

“aku bosan jalan berdua terus, kau harus ikut nanti malam!!”

 

“aku tidak mau, nanti kalian akan asik berdua dan aku hanya dijadikan barang pajangan” tolak Jessica.

 

“hahahahaha kau ini, tenang saja, kalau disana kau tidak akan bosan” ujar Fany seraya melahap beberapa keripik.

 

“aku tidak mau” Jessica tetap cuek.

 

“ayolah Sica!!” bujuk Tiffany sambil sedikit cemberut.

 

“haft… kau ini. Baiklah”

 

“yeeeeiiiiy kau harus mau. Hahaha lagi pula, kau mau sampai kapan terus sendiri seperti ini?? Kau harus membuka hati lagi!!”

 

“entahlah, aku masih belum siap” Jessica menundukkan kepalanya.

 

“aku tidak mau melihat sahabat baikku terus sendirian seperti ini” kedua tangan Tiffany melingkar ditubuh Jessica, memeluk erat sahabatnya.

 

“aku tidak sendirian, kan aku punya kau sebagai sahabatku” Jessica tersenyum tulus, Tiffany semakin mengeratkan pelukannya.

 

____________________________

 

Jessica POV

 

“Sicaaaaaaaa palliiiiiiiiiiiii” teriak Tiffany dari ruang tamu apartemen kami, dia sudah bersiap untuk pergi

 

“ne, chakkaman” sahutku.

 

“ayo” aku keluar kamar dan langsung mengajaknya.

 

Kami berdua mulai melangkahkan kaki keluar apartemen, udara malam Seoul sangat hangat dipertengahan musim semi.

 

Tak berapa lama sampai lah kami pada cafe yang dituju, kulihat Heechul sudah duduk menunggu didalam.

 

“hai oppa” sapa Tiffany.

 

“kau cantik sekali” Heechul mencium pipi kanan Tiffany, membuatku mual seketika.

 

“hoeeekkk”

 

“sepertinya ada yang sirik” sindir Tiffany, aku hanya memincingkan ujung bibirku.

 

“permisi, mau pesan apa??” seorang pelayan menghampiri.

 

“aku capucino saja” jawab Heechul.

 

“aku sama dengan dia” Tiffany menyahut.

 

“kalau aku caramel machiato” jawabku dingin.

 

Tak berapa lama, penampilan manis dari sebuah grup band dimulai. Menyanyikan lagu indah untuk menghibur pengunjung cafe.

 

Mataku mengarahkan pandangannya pada stage mini tempat grup band itu tampil.

Entah seperti ada magnet yang menarikku, mataku menjatuhkan pandangannya  menatap sang vokalis. Aku tak tau apa yang menyebabkanku terus menatapnya, bagiku dia sangat mempesona.

Suaranya mengalun indah mengimbangi irama musik yang dimainkan teman satu grupnya.

Dia duduk sambil bernyanyi, tangannya memetik sebuah gitar akustik.

 

Aku sungguh terkesima melihat penampilan pria itu.

 

Dan hal yang paling tak aku inginkan terjadi, pria yang kutatap itu tiba-tiba menatapku juga. Aku lagsung memalingkan wajahku, aku terlalu malu untuk bertatapan dengannya.

 

Aku mendongakkan kepalaku lagi, dan sial, dia masih saja menatapku. Sementara mulutnya masih terus menyanyikan sebuah lagu.

 

Kuberanikan diri menatapnya, walau jarak kami berjauhan, dapat kulihat 2 bola matanya.

Entah kenapa, aku merasa ada ketenangan, aku merasakan kalau pemilik mata itu adalah orang yang sangat baik.

 

Hingga tak terasa penampilannya sudah berakhir, aku menghela nafasku, berharap dapat bertemu dengan pria tadi.

 

Aku merasakan dadaku berdegup kencang, pipiku memanas.

 

“Apa aku jatuh cinta padanya??” tanyaku dalam hati.

 

“aku jatuh cinta pada pria yang bahkan tak kutahu siapa namanya”

 

Aku kembali menyesap caramel machiato ku, berusaha melupakan apa yang aku rasakan.

 

“hai” sebuah suara menyapaku, suara yang terdengar asing.

 

Aku mengangkat kepalaku, dan kulihat wajah sang pemilik suara.

 

Deg

 

Dapat kulihat dengan jelas wajahnya, suara tadi, suara milik sang vokalis band, pria yang mampu mencuri perhatianku. Dia tersenyum menatapku.

 

“kau sendirian saja??” tanyanya ramah.

 

“tidak, aku kesini dengan temanku, tapi dia duduk disana dengan pacarnya” jawabku kikuk.

 

“perkenalkan, aku Lee Donghae” ia mengulurkan tangannya, memperkenalkan dirinya.

 

“Jessica Jung imnida” aku mengucapkan namaku, menerima jabat tangannya. Oh Tuhan, dapat kurasakan aliran darah yang semakin cepat mengalir.

 

“Jessica Jung?? Nama yang bagus” dia terus tersenyum.

 

Dia mengambil posisi duduk di depanku. Aku yakin pipiku pasti sudah merah.

 

Kami mengobrol cukup lama, ternyata Donghae memang benar pria baik, aku dapat menilainya dari sinar mata dan tutur katanya.

Kami sesekali bercanda dan tertawa, hingga akhirnya Tiffany menghancurkan moment kami.

 

“Sica, pulang yuk aku sudah mengantuk” ajaknya seperti tanpa dosa.

 

“baiklah. Donghae-ssi, aku pulang duluan ya” aku pamit padanya.

 

“hati-hati Sica. Aku harap kapan-kapan kita bertemu lagi” ucapnya seraya tersenyum, aku hanya tersenyum menaggapinya.

 

___________________________

 

 

“Sica, bukannya pria tadi adalah si vokalis band yang di cafe??” tanya Tiffany antusias

 

“apa kau punya hubungan khusus dengannya??” lanjutya

 

“kau ini apa-apaan, aku dan dia baru saja bertemu tadi” jawabku sambil melepas sepatuku.

 

“tapi kau dan dia seperti sudah sangat cocok” celetuknya asal.

 

“iiiissshhh kau ini” aku menjitak kepalanya. Tapi, tanpa kusadari sebuah senyum terukir diwajahku. Aku sangat senang….

 

__________________________

 

Donghae POV

 

Jessica Jung, nama yang indah seindah wajah pemiliknya. Hampir tiap hari aku menyanyi di cafe ini, tapi baru kali ini aku benar-benar menaruh perhatian pada seorang wanita.

 

Wanita dengan wajah dingin, tapi memiliki sorot mata yang teduh dan senyuman yang sangat manis.

 

“hey kau, kuperhatikan dari tadi kau senyum-senyum sendirian” tegur Sungmin, teman satu grupku.

 

“hahaha tidak. Hanya sedang membayangkan yang indah-indah” jawabku asal.

 

“apa yang indah-indah?? Ceritakan pada kami!!” sahut Eunhyuk tiba-tiba.

 

“tadi di cafe aku menemukan belahan hatiku” aku menjawab sok puitis.

 

“huuuuu kau ini. Maksudmu, kau bertemu dengan seorang wanita??” tanya Sungmin.

 

“sepertinya begitu” aku tersenyum malu.

 

“eummm wanita yang mengobrol denganmu itu??” tebak Eunhyuk.

 

“iya, wanita cantik yang memakai pakaian berwarna pink” jawabku.

 

“namanya siapa? Seleramu benar-benar bagus ya” Eunhyuk berdecak.

 

“ namanya Jessica Jung. ya jelas, Lee Donghae” aku menepuk dada.

 

“iya iya terserah kau” acuh Sungmin sembari mengambil gitar.

 

______________________________

 

Author POV

 

Malam-malam selanjutnya Jessica selalu datang ke cafe tempat Donghae dan grup band nya tampil.

Hingga semakin lama keduanya pun semakin dekat.

 

“Sica, besok apa kau ada kesibukan??” tanya Donghae disela obrolan mereka.

 

“tidak ada, kenapa oppa?” tanya Sica sambil meletakan cangkir kopinya.

 

“aku ingin mengajakmu ke pantai”

 

“ke pantai?? Baiklah” senyum mengembang dibibir manis Jessica.

 

“aku akan menunggumu pukul 9 pagi di depan gedung apartemenmu”

 

______________________________

 

“aku besok pakai baju apa ya??” serunya sambil melihat-lihat koleksi pakaian dilemarinya.

 

“memangnya kau akan pergi kemana??” tanya Tiffany.

 

“Donghae oppa mengajakku ke pantai” ucapnya dengan sumringah.

 

“jinjja?? Sepertinya kalian sudah semakin akrab saja. Kalian sangat cocok” Tiffany merebahkan tubuhnya diatas ranjang Jessica.

 

“Donghae juga pria ideal buatku” timpal Jessica.

 

“semoga kalian bisa bersama” Tiffany tersenyum.

 

____________________________

 

Esoknya, sesuai janji, Donghae sudah menunggu sang wanita pujaan tepat pukul 9 pagi. Ia hanya mengenakan pakaian yang sederhana, t-shirt warna abu-abu dilengkapi celana jeans warna coklat.

 

Tak berapa lama, seorang wanita cantik melangkah mendekati mobil Donghae. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan pakaian casual yang dia kenakan, loose dress warna biru muda, hotpants warna putih, dilengkapi sling bag warna coklat, dan beberapa aksesoris pelengkap, jangan lupakan black sunglasses yang bertengger indah di depan matanya, begitu menambah pesona dirinya. Donghae segera keluar mobil dan membukakan pintu untuk wanita yang sudah ia tunggu.

 

“silahkan masuk nona” Donghae mempersilahkan Jessica memasuki mobilnya dan segera saja Donghae berjalan menuju posisinya semula.

 

Jarak pantai lumayan jauh, Jessica tertidur diperjalanan. setelah sudah sampai, Donghae tak segera membangunkan Jessica, ia mengamati dengan seksama wajah pulas Jessica Jung.

 

“kau cantik sekali baby” pujian dari bibir Donghae terlontar begitu saja ketika menatap Jessica yang masih terlelap.

 

Donghae mulai menggerakkan tangan kanannya, mendekati pipi mulus Jessica. Namun, ketika jaraknya hanya beberapa senti lagi, Jessica terbangun.

 

“oppa” Jessica langsung terkejut begitu melihat Donghae didepannya. Lelaki itu langsung salah tingkah.

 

“eeeeee……. kau sudah bangun, tadi baru saja aku akan membangunkanmu. Kita sudah sampai” ucap Donghae begitu kikuk, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“ayo turun!!” Donghae mengajak Jessica, dan wanita itu mengikuti.

 

Mereka berdua menikmati pemandangan pantai yang begitu indah. Berjalan kaki menyusuri pasir-pasir putih. Ombak bergulung-gulung yang sesekali membasahi kaki mereka.

 

Tangan kiri Donghae merangkul pundak Jessica, sementara matanya memandang lepas seolah ia tidak menyadarinya.

 

Mereka sesekali tertawa karena lelucon Donghae, hingga akhirnya mereka berdua pun lari-larian saling mengejar.

 

“Jessicaaaaa jangan lari kau” teriak Donghae sembari bersiap mengejar Jessica yang sudah berlari menjauhinya.

 

“tangkap aku kalau kau bisa” sahut Jessica dari kejauhan.

 

Karena kemampuan lari Donghae yang tentu lebih cepat dari Jessica, tak berapa lama pun gadis itu sudah tertangkap oleh Donghae.

 

Donghae segera memeluknya. Mengeratkan kedua tangannya pada tubuh mungil Jessica. Jessica sangat terkejut, tapi ia tak mampu berontak dari pelukan Donghae.

 

“lihatlah kebawah!!” pinta Donghae berbisik lembut.

 

Sesuai perintah, Jessica pun langsung menundukkan kepalanya, melihat kebawah.

 

Dan betapa terkejutnya, kini ia dan Donghae berada ditengah sebuah bentuk yang melambangkan cinta, bentuk hati.

 

Bentuk hati yang sengaja Donghae gambar sendiri dengan bantuan ranting kayu yang ia temukan di dekat pantai. Jessica langsung menatap Donghae, lelaki itu pun menatap Jessica dengan senyuman khasnya.

 

“apa maksudnya??” Jessica membuka suara.

 

Donghae langsung berlutut didepan Jessica dan tangannya menggenggam tangan Jessica.

 

“aku tak tau mengapa begini, tapi sejak pertama aku melihatmu, menatap wajahmu, sebuah perasaan asing menyeruak begitu saja. Seperti sebuah ada tarikan gravitasi, kau menarik perhatianku, hingga aku ingin sekali mengetahui siapa dirimu. Kau begitu indah, kau seseorang yang aku inginkan selama ini. Jessica Jung, I love you” tutur Donghae lembut.

 

Jessica begitu terharu mendengan kata per kata yang Donghae ucapkan. Tak terasa setitik air mata bahagia jatuh dipipinya.

 

“I love you too” Ucapnya begitu lembut menjawab kata indah Donghae.

 

Donghae langsung bangkit dan segera memeluk Jessica kembali. Kali ini lebih erat dari sebelumnya. Jessica membalas pelukan hangat Donghae.

 

___________________________________

 

Tak terasa waktu berlalu, kini hubungan mereka sudah  berada ditahun kedua. Seminggu lagi Jessica akan bertambah usia, Donghae akan memberikan hadiah terindah untuk kekasihnya, sebuah lagu yang ia ciptakan sendiri khusus untuk sang pujaan hati.

 

“aku harap Jessica menyukainya” ia tersenyum sendiri saat membaca lirik lagunya.

 

__________________________________

 

Sepasang kekasih tengah duduk berhadapan, didepan mereka terdapat sebuah meja yang diatasnya ada sebuah lilin romantis dan beberapa tangkai bunga mawar serta kelopak-kelopak mawar yang bertaburan. Tak lupa beberapa hidangan penggugah selera pun tertata diatas meja romantis itu.

 

Suasana disekitarnya begitu indah. Balkon yang sengaja dihias cantik dengan lilin yang menghiasi dibeberapa titik. Langit malam pun begitu cerah dengan bintang-bintang yang bertaburan.

 

Jessica nampak sangat istimewa dengan cocktail dress warna ungu yang ia kenakan. Ia begitu menikmati makan malam romantis dengan sang kekasih.

 

“bagaimana?? Apa kau suka??” tanya Donghae begitu mereka selesai menyantap hidangan makan malamnya.

 

“aku sangat menyukainya” Jessica tersenyum bahagia.

 

“oh iya, aku ada sesuatu untukmu” ucap Donghae sembari mengambil gitar akustiknya yang sedari tadi berdiri di sebelahnya. Jessica hanya diam mengamati Donghae tanpa berkata sepatah katapun.

 

“aku sengaja menciptakan sebuah lagu untukmu, lagu yang kuciptakan dengan penuh rasa sayang” kemudian jari Donghae mulai memetik senar gitarnya.

 

Terciptalah sebuah alunan indah, melodi yang begitu romantis, menambah hangatnya malam ini.

 

Jessica hanya diam, namun bibirnya terus menyunggingkan senyuman. Ia sangat terpana melihat Donghae menyanyikan lirik lagu yang begitu dalam. Lagu yang begitu menggambarkan perasaan Donghae pada Jessica.

 

Hingga tak terasa lagu itu pun selesai, Donghae tersenyum bangga, ia kembali meletakan gitarnya.

 

“kau begitu membuatku terharu” ucap Jessica begitu Donghae selesai bernyanyi.

 

“aku sangat menyayangimu Sica” Donghae berkata tulus.

 

me too” Jessica tersenyum menatap Donghae dengan tatapan lembut.

 

Donghae segera mendekati Jessica den memeluk hangat wanita itu.

 

“jangan ragu untuk mencintaiku, karena aku tak pernah ragu mencintaimu” bisiknya lembut.

 

____________________________

 

Hari-hari berikutnya, lagu ciptaan Donghae begitu sering didengarkan Jessica lewat mp3 playernya, seperti sebuah lagu favoritnya.

 

“kenapa kau terus memutar lagu itu??” tanya Tiffany sambil membersihkan sisa make up nya

 

“lagu ini begitu istimewa, aku menyukainya” bibir Jessica terus tersenyum ketika mendengarkan lagu karya Donghae untuknya.

 

“seperti suara Donghae” tebak wanita bermarga Hwang itu.

 

“memang Donghae” sahut Jessica segera.

 

“apa lagu ini ia ciptakan untukmu??” tebaknya lagi. Jessica hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.

 

“aigooo… manis sekali” seru Tiffany yang langsung merebut handphone Jessica untuk lebih seksama mendengarkan lagu tersebut.

 

“lirik-liriknya begitu dalam, sungguh romantis” lanjutnya.

 

“kalau aku jadi kau, aku pasti sudah meleleh” Tiffany menggoda Jessica.

 

“hahaha kau ini. Saat pertama aku mendengarkannya, aku begitu terharu, rasanya seperti aku wanita teristimewa untuknya” lirih Jessica.

 

“kau beruntung sekali mendapatkan lelaki sebaik Donghae” Tiffany mendekati Jessica dan segera memeluknya.

 

____________________________

 

“kau mau kemana pagi-pagi begini??” tanya Tiffany yang kaget melihat si putri tidur sudah berdandan rapi di hari yang masih pagi.

 

“aku ingin mengunjungi Donghae oppa di tempat band nya biasa berkumpul” wanita bermarga Jung itu menjawab pertanyaan Tiffany sambil mengikat tali pada sepatu kets nya.

 

“aku pergi dulu ya. Kau sana mandi” ujarnya sambil berlalu meninggalkan Tiffany yang masih mencoba mengumpulkan nyawanya.

 

_____________________________

 

Jessica POV

 

“Donghae oppa sudah bangun apa belum ya??” gumamku dalam hati.

 

Sepanjang jalan aku terus membayangkan wajah tampan kekasihku. Aku ingin memberinya kejutan, selama ini aku selalu memberitahu nya sebelum berkunjung ke tempat ia dan band nya berkumpul.

 

Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi, aku tadi hanya sarapan 2 potong roti dengan selai cokelat saja, rencananya aku akan mengajak Donghae oppa sarapan bersama.

 

Aku terus melangkahkan kakiku, menyusuri jalan menuju tempat Donghae oppa.

 

Donghae oppa memang punya apartemen, tapi dia lebih sering tidur dan menghabiskan waktu bersama teman satu band nya.

 

Setelah 15 menit waktu perjalanan, aku sampai pada sebuah bangunan mungil yang sudah tak asing, bangunan yang terbalut cat warna cokelat muda dengan beragam grafiti yang mengotori dindingnya.

 

Aku mempersiapkan diriku, memasang senyum diwajahku.

 

Perlahan, kuketuk pintunya, dan segera kuputar gagang pintunya, tidak dikunci, mungkin mereka semua sudah bangun.

 

“annyeong haseyo” sapaku begitu masuk. Tak ada jawaban, aku terus saja memasuki rumah mungil ini.

 

Dan setibanya aku disebuah ruang televisi, aku melihat sesosok lelaki yang sangat kukenal, walau dari belakang tapi aku sungguh sangat mengenalnya. Ia sedang asyik menonton acara ditelevisi dengan seorang wanita.

 

Tunggu, wanita??

 

“siapa wanita itu?” sebuah pertanyaan terlintas begitu saja dikepalaku.

 

Tangan kanan lelaki itu melingkar dipundak sang wanita. Jarak mereka begitu dekat.

 

Beragam pertanyaan menyerbu otakku. Seketika, dadaku bergemuruh kesal, tanganku mengepal, mataku sudah mendung, ku yakin tak lama lagi hujan turun dari sudutnya.

 

“Donghae oppa” mulutku begitu kaku mengucapkan nama itu. Air mataku terjun bebas dari tempatnya semula.

 

Lelaki yang kusebut namanya itu menoleh. Wanita yang bersama Donghae oppa pun membalikkan wajahnya.

 

 

 

TBC

 

Alhamdulillah selesai ^^

Banyak typo ga??

Mian ya ya Iluth belum sempet ngoreksi nih, keburu Iluth publish

Kalo gaje dan alur nya kecepetan, itu sih udah jadi ciri khas ff Iluth😄

 

Gomawo udah baca ^^

Leave your coment please!! :*