Tag

, , , ,

Tittle : I’m Your Wife

Author : Illah_Iluth (Twitter @Illah_Iluth)

Type : 3shoot

Chapter : 3 END

Genre : Romance, Family

Rating : PG +

Main Cast :

– Im Yoona

– Choi Siwon

Support Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun, Others…

Diclaimer : Semua cast milik tuhan dan orang tuanya masing-masing. Cerita ini milik saya, dan murni hasil pemikiran saya

Warning : cerita murahan, tidak seru, typo bertebaran, membosankan, bikin ngantuk, ending yang aneh, bikin sakit mata, bikin gatel-gatel, judul ga nyambung ama isi, cerita yang aneh dan alur yang pasaran!!!

 

Annyeong~

Ini part terakhirnya I’m Your Wife. Hohoho

Endingnya ff abal yang ditulis ama author abal pula ==”

Lama banget ya??

Mian, soalnya kemaren-kemaren Iluth lagi ga ada mood buat nulis, jadinya nih ff terbengkalai ga karuan. ckck

Mian banget kalo di part 3 ini ceritanya makin ngaco dan makin ga masuk akal.

Oh iya, mian kalo kecepetan, mian kalo kata-katanya kurang unyu, semua itu dikarenakan Iluth ga bakat nulis ff *bow*

Happy reading~ ^^

__________________________

 

 

Author POV

Mentari sudah mulai di ufuk senja, sang biru sudah berubah menjadi jingga.

Perlahan, bola api itu semakin turun hingga tak nampak lagi. Bersembunyi dibalik belahan bumi yang lain.

Satu-persatu lampu-lampu jalanan mulai menunjukkan sinarnya.

Deru kendaraan terdengar disetiap sudut, mulai ramai mencari tempat untuk kembali keperaduan.

Sebuah ferarri hitam menyelip diantaranya. Namja pemilik ferarri itu terus mengeluh karena jalanan yang semakin padat. Tubuhnya yang lelah karena terkuras pekerjaannya selama sehari semakin membuatnya penat.

 

TET

 

TET

 

TET

 

Ia terus membunyikan klaksonya, berharap mobil didepannya mau melaju beberapa meter saja.

 

“ayolah, aku ingin pulang, huh!!” serunya lagi. Tangannya memukul stir berkali-kali.

 

Tiba-tiba, handphonennya berdering, sebuah pesan masuk.

 

Ia menatap layar handphonenya yang masih bergambarkan fotonya dengan Jessica, sebuah pesan dari sang istri.

 

From: Im Yoona

 

Oppa, apa kau masih lama??

Aku memasakkan banyak makanan untukmu ^^

 

“aigoooo… aku ingin pulang, aku ingin cepat makan masakan Yoona” gerutunya.

 

Setelah tertahan macet selama 30 menit, akhirnya ferarri hitam itu sampai pada parking area apartemennya.

 

Namja tampan pemilik mobil itu langsung keluar dan dengan tergesa ia berjalan menuju rumahnya.

 

Jarinya memencet password pintu, dan pintu  pun terbuka.

 

“aku pulang~” ucapya begitu melangkah masuk.

 

“Yoong~ neo eodia???” ia berteriak memanggil istrinya

 

“aku di dapur oppa” sebuah suara menjawab pertanyaan Siwon

 

Siwon segera berjalan menuju dapur, sesosok malaikat cantik sedang meramu berbagai bahan-bahan mentah menjadi masakan yang menggoda selera.

 

“kau sedang apa??” tanyanya menghampir sang istri

 

“aku sedang masak, oppa” Yoona tersenyum pada suaminya.

 

“oppa, sana kau mandi, setelah itu kita makan malam!!” lanjutnya

 

“baiklah” Siwon segera berjalan menuju kamar mandi.

 

Setelah selesai, ia segera menuju dapur. Istrinya masih saja berkutat dengan pekerjaannya

 

“kau belum selesai??” ia bingung pada istrinya, biasanya sang istri hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk memasak berbagai menu.

 

“ne, tinggal satu menu lagi” ia masih sibuk dengan bahan-bahan terakhir dari menu yang ia masak paling akhir ini.

 

“sebanyak ini?? Apa kah akan ada tamu yang berkunjung??” Siwon mengerutkan keningnya, ia sangat bingung dengan berbagai masakan yang sangat banyak sampai memenuhi meja makannya.

 

“tidak ada, aku hanya ingin membuatkan apa yang kau inginkan” Yoona berkata riang sambil memberi sentuhan terakhir pada masakan yang ia beri nama Weiner Schnitzel Sour Cream.

 

“yang aku inginkan??” Siwon semakin bingung pada istrinya

 

“kau tidak ingat tadi pagi??” Yoona menatap suaminya

 

 

____________________________

 

 

 

FLASHBACK

 

Jarum pendek masih menunjukkan pukul 6 pagi. Cuaca masih terasa dingin mengingat sekarang sudah mulai masuk musim dingin.

 

Siwon sedari tadi sibuk dengan sebuah majalah, tangan dan matanya terus saja berkutat pada majalah dihadapannya.

 

“Yoong~ oppa mau ini semua” ujarnya pada sang istri sembari menunjukkan berbagai resep masakan yang terdapat di majalah itu.

 

“mwo?? Semua??” Yoona langsung terkejut saat melihat 9 resep masakan Eropa yang tersusun rapi di sebuah majalah yang ada ditangan suaminya

 

“iya, semua. Kau harus membuatkannya!!!” ancam Siwon.

 

Tanpa sepengetahuan Yoona, dari tadi ia terus terkekeh geli dalam hatinya.

 

“baiklah oppa” Yoona menghela napas.

 

 

___________________________

 

 

“jadi, kau serius??”

 

“ne, kau bilang aku harus membuatkannya” Yoona berkata dengan polosnya

 

“aigoooo kau ini” Siwon tersenyum sambil mengacak rambut Yoona.

 

“nah sudah jadi oppa….” Yeoja itu menunjukan hasil karyanya dengan sumringah.

 

“ini namanya Roasted Tilapia With Mustard And Potato Scale, kalau yang ini namanya Grilled Lobster With Cheese and Crispy Milk, nah ini Pasta Frittata, yang ini Siciliana Pizza, ini ku beri nama Deep Fried Asparagus, kalau yang ini Red Wine Braised Short Ribs, dan yang creamy-creamy ini namanya Creamy Corn And Garlic Risotto, yang ini namanya Italian Lasagna, and the last one ini namanya Weiner Schnitzel Sour Cream” bibir mungilnya mengucapkan nama-nama hasil masakannya satu persatu sambil menunjuk dengan jari telunjuknya.

 

“MWO?? Sembilan macam makanan dibuat sendiri oleh istriku?? DAEBAK. ISTRIKU DAEBAK!!!!” ujar Siwon dalam hati. Ia tak henti-hentinya terkagum dengan yeoja dihadapannya.

 

“ya sudah, ayo kita makan. Maaf ya kalau rasanya tidak enak” Yoona sedikit cemberut.

 

“sudah pasti enak” Siwon tersenyum sambil duduk di kursinya

 

“makan yang banyak oppa!!”

 

Lelaki bermarga Choi itu langsung mencicipi masakan istrinya satu persatu.

 

“benarkah ini masakan istriku? Rasanya fantastis” puji Siwon dalam hati.

 

“bagaimana rasanya oppa?? apa kau menyukainya??” Yoona bertanya dengan mulut yang penuh.

 

“sama saja kau menanyakan ‘oppa, apa kau suka basket?” Siwon sangat lahap memakan masakan istrinya. Ia tak mau berterus terang, karena rasa gengsinya yang tak kunjung mereda.

 

Yeoja dihadapannya hanya tersenyum malu. Baru kali ini sang suami mengaku jujur, walau secara tak langsung.

 

“neomu masitda Yoong~”

 

Pipi Yoona terus bersemu merah mendengar pujian suaminya.

 

Akhirnya semua makanan pun dilahap habis oleh keduanya, hingga tak tersisa sedikitpun.

 

“aigooo… aku kenyang. Yoong,,, kau ini memang koki” Siwon memegang perutnya yang kekenyangan.

 

“jeongmal?? Katanya masakan ku tidak enak” Yoona mempoutkan bibirnya

 

“lalu kau mempercayainya??” Siwon terkekeh geli melihat ekspresi istrinya

 

“iya, kau kan memang jahat padaku”

 

“kalau masakanmu tidak enak, aku pasti selalu absen makan dirumah” ujar namja pemilik lesung pipi itu.

 

“hanya orang yang mati rasa yang akan berkata seperti itu” lanjutnya dengan nada tulus.

 

“gomawoyo oppa” Yoona tersenyum manis, ia sangat terharu mendengar ucapan yang dilontarkan suaminya.

 

______________________________

 

 

Malam semakin larut, jarum pendek sudah menujuk tepat diangka 11.

 

Yeoja berparas cantik itu mengganti bajunya dengan piyama tidurnya.

 

Tak lama, sang suami pun masuk kedalam kamar.

 

Siwon segera menhampiri sang istri yang sedang duduk di sisi ranjang.

 

“Yoong~” ucapnya pelan.

 

“’ne” Yoona menjawab singkat

 

“eummm… kita ini suami istri kan??” Siwon bertanya dengan pelan

 

“menurutmu??”

 

“aissshhh… eummm….” namja itu sangat gugup, ia bingung dengan kata yang akan ia ucapkan

 

“memangnya kenapa oppa?? tumben kau bertanya seperti itu”

 

“oppa boleh minta itu??” Siwon langsung bertanya secara to the point

 

“maksudmu??” Yoona langsung menoleh pada suaminya

 

“itu Yoong… yang biasa dilakukan suami istri saat malam” ucapnya perlahan

 

“huaaaaaaaa…….. andwaeeeeeeeeeeeeeeeeeeee” Yoona menutup telinganya dengan bantal, ia memejamkan matanya. Ia berteriak ketakutan.

 

“oppaaaaaaa aku takuuuuutt” Yoona membenamkan wajahnya pada bantal ditangannya.

 

“aiiiissshh kau ini” Siwon mencubit pelan lengan istrinya

 

______________________________

 

 

Yoona POV

 

Omooo Siwon oppa minta itu??

 

Aigooooo…

 

Eommaaa aku maluuuuu….

 

Chakamman, kenapa tiba-tiba oppa minta itu??

 

Dia sudah benar-benar menerimaku menjadi istrinya kah??

Aku memegangi pipiku yang kuyakin sudah merah.

 

Siwon oppaaaaaa… kenapa kau jadi pervert seperti ini…

 

Aku mulai membaringkan tubuhku di kasur. Siwon oppa tidur di sebelahku, tapi kami saling memunggungi.

Jujur saja aku sangat takut berhadapan dengannya.

 

Kamar ini serasa sangat sepi, tak ada satu suara pun yang terdengar.

Aku dan dia sama-sama terdiam.

 

Aku mulai mencoba memejamkan mataku, tapi sangat sulit. Ucapan Siwon oppa masih saja terngiang jelas diteligaku.

 

“Yoong~” sebuah suara berat milik suamiku tiba-tiba saja menyebut namaku.

 

“ya oppa” aku masih memunggunginya, aku sangat takut……

 

“kau kenapa? Kenapa memunggungi oppa? tidak sopan” ia menepuk pelan lenganku. Dapat kudengar ia terkekeh pelan.

 

“tidak apa-apa, aku hanya ingin seperti ini” aku berusaha mengontrol nafasku, untuk mengucapkan kalimat tadi saja rasanya sangat susah. Pasti pipiku sudah seperti kepiting rebus sekarang.

 

“apa oppa salah lagi padamu??”

 

“ani oppa. oppa tidak salah” jawabku pelan

 

“lalu? Mianhae Yoong… oppa hanya ingin berusaha menjadi suami yang seutuhnya” lirihnya lembut.

 

“ne oppa, aku mengerti”

 

“harusnya kau curiga kalau oppa tidak meminta itu. Oppa memintanya, tapi kau malah takut. Dasar rilakkuma” ujarnya, lagi-lagi ia terkekeh.

 

“tapi oppa sangat menghargaimu Yoong. Oppa akan menunggumu sampai kau siap. Ya sudah, good night” ucapnya menutupi perbincangan.

 

Aku terus diam. Benar apa yang dikatakan oppa, harusnya aku curiga kalau oppa tidak meminta itu padaku.

Tapi tolong jangan sekarang, aku sangat takut…

 

Aku masih takut dengan sikap oppa di awal-awal pernikahan. Sikapnya yang kasar, tempramen dan dingin.

 

Walau sekarang ia sudah berubah, tapi aku tetap saja takut.

 

____________________________

 

 

“Yoong~ ireona” sebuah suara berat membangunkanku dari alam mimpi.

 

“nnnggg” aku mengerang pelan. Perlahan aku membuka mataku, dan kulihat sesosok namja berwajah tampan sedang menatapku dengan senyuman mautnya.

 

Kedua lesung pipinya menambah sempurna wajahnya.

 

“morning Yoong~” ucapnya lembut

 

Tumben sekali ia membangunkanku dengan lembut seperti ini, biasanya ia akan berteriak kencang dan tak ketinggalan tangannya yang bergerak menarik rambutku.

 

“kau kenapa? Seperti keheranan begitu?” tanyanya seolah dapat membaca pikiranku

 

“aniya” aku tersenyum sembari membuka selimutku

 

Aku beranjak menuju kamar mandi, membersihkan tubuhku, dan tak lama aku pun menyudahi mandi pagiku.

 

Kulihat Siwon oppa sedang duduk di sofa sambil menonton acara olah raga tiap pagi.

 

Aku segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuknya.

 

Aku hanya memasak makanan yang sederhana

 

________________________________

 

 

Author POV

 

“Siwonnie, kapan kau dan Yoona bulan madu? Kalian sudah 2 bulan menikah” tanya nyonya Choi

 

“mollayo eomma. aku sangat sibuk” jawab Siwon pelan

 

“ambil cuti saja, kau dan Yoona harus bulan madu!!”

 

“ne eomma” Siwon tersenyum.

 

_______________________________

 

 

Siwon POV

 

Aigooo…

Bulan madu??

 

Bagaimana kalau Yoona tidak mau??

Dia kan sangat takut.

Aku tidur disebelahnya saja dia sudah berteriak. Ckckck

 

Tapi memang benar, harusnya aku dan Yoona pergi ke suatu tempat dan kami berdua menghabiskan waktu dengan senangnya.

 

Tapi bagaimana kalau dia menolak?

Aku tidak mau memaksanya.

 

Aku melangkahkan kakiku menuju unit apartemenku. Kumasukan password pintunya dan tak lama pintu pun terbuka.

 

“Yoona… aku pulang” teriakku pelan.

 

Aku langsung duduk disofa depan tivi, dan tak lama seorang yeoja berambut ikal menghampiriku.

 

“ne oppa… ini, ada Sky Blue Punch untukmu, oh iya dan ini Blueberry Jam Drop Cookies” Yoona meletakkan setoples cookies berwarna putih dengan selai blueberry yang mewarnai tepat ditengahnya, kelihatannya sangat enak, dan segelas minuman segar yang memiliki gradasi warna yang cantik, sudah pasti menyegarkan.

 

“kau buat sendiri?” tanyaku sambil menyuapkan Blueberry Jam Drop Cookies kedalam mulutku.

 

Yeoja itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

 

Aaahh… istriku memang yang terbaik.

 

“Yoong, oppa boleh bicara sesuatu?” aku berkata lirih

 

“boleh oppa. katakanlah!!”

 

“eummm… apa kau tak jenuh setiap hari di rumah terus??” aku mencoba basa-basi terlebih dahulu.

 

“jenuh sih, tapi aku selalu senang selagi ada dapur dan bahan masakan di rumah ini. memangnya kenapa oppa?” ekspresi wajahnya sangat polos.

 

“apa kau tak ingin jalan-jalan Yoong??”

 

“ingin, aku ingin sekali pergi ketempat-tempat yang menyenangkan” ujarnya riang.

 

“kalau begitu, ayo kita bulan madu!!” ajakku to the point

 

“mwo??” ia membulatkan matanya.

 

“iya, bulan madu Yoong. Oppa ingin sekali seperti pasangan suami istri yang lain. Pergi bulan madu ke tempat romantis”

 

“tapi oppa… aku takut”

 

“kenapa kau takut?”

 

“entahlah” ia menggeleng pelan.

 

Aku menundukkan wajahku, sudah kuduga.

Yoona memang masih sangat polos. Aku kira ia adalah seorang perempuan nakal karena hidup jauh dari orang tua dan lama tinggal di Amerika, tapi ternyata Yoona berbeda, ia adalah seorang yeoja yang masih sangat polos dan selalu jujur. Itu yang membuatku semakin mencintainya.

 

“tapi baiklah” serunya sambil tersenyum

 

Aku mengangkat kepalaku, dan kutatap wajah cantiknya. Ia tersenyum menatapku.

 

“benarkah??” tanyaku tak percaya

 

“iya benar” jawabnya sambil mengangguk.

 

“kau kan suamiku, tentu aku tak boleh takut” senyuman manis terus menghiasi wajah dewinya.

 

“gomawo Yoong” aku berhambur memeluknya.

 

_________________________________

 

 

7 days laters

 

Aku dan Yoona segera berkemas, hari ini kami akan pergi ke tempat tujuan kami bulan madu.

Yoona sangat ingin bulan madu ke Bali, sebuah pulau eksotis di Indonesia.

Aku sendiri belum pernah kesana, tapi sepertinya Yoona sudah sangat tau tentang pulau Bali itu.

 

Di pesawat, aku terus menatapnya, tampak jelas raut gugup diwajahnya.

Aku segera meraih tangan lembutnya, dan ku genggam.

 

“jangan gugup Yoong!!” sebuah senyuman kuberikan untuknya, berharap ia tak gugup lagi.

 

Yeoja itu menatapku sambil melukiskan sebuah bulan sabit dengan bibir mungilnya.

Senyuman yang sangat ingin aku lihat setiap saat.

Senyuman manis milik istriku…

 

“ne oppa” ucapnya lembut sambil terus tersenyum.

 

“tapi tetap saja aku gugup oppa” lanjutnya

 

“jangan gugup Yoong, semua akan baik-baik saja!!” aku mengusap punggung tangannya.

 

“oppa akan selalu ada disisimu” aku meyakinkannya, dan yeoja itu hanya membalas dengan senyumannya.

 

________________________

 

 

“sangat indah kan oppa?” ia berdiri di belakang jendela sambil mengedarkan pandangannya keluar.

 

Senyuman manis itu tak pernah sedetik pun pudar dari wajah cantiknya.

Aku ikut senang melihat Yoona yang sangat bahagia.

 

“aku sangat ingin sekali kesini. Dulu, impianku adalah, bulan madu ke Bali dengan suami yang sangat aku cintai. Gomawo oppa” terpancar jelas sebuah ketulusan dari mata indahnya.

 

“kau benar mencintaiku Yoong??”

 

“ne” jawaban singkatnya sudah cukup mewakili semua kata-kata manis.

 

______________________________

 

 

Author POV

 

“oppa juga sangat mencintaimu” Siwon mendekati Yoona dan mendekap tubuh istrinya dari belakang. Gadis manis itu sedikit terlonjak dengan sikap suaminya.

 

“saranghae chagi-ya” bisiknya lembut tepat ditelinga sang istri.

 

Yoona sedikit merinding dengan bisikan Siwon. Jantungnya berdetak tak karuan, semburat merah sudah menyala dipipi putihnya.

 

“oppa” ucapnya

 

“hmmm” gumam Siwon sebagai jawaban

 

“apa, kau tak mau keluar untuk menikmati pemandangan disana?” tanyanya terbata-bata.

 

“sebentar, biarkan tetap seperti ini!!” Siwon semakin mengeratkan pelukannya

 

“kau jangan gugup!!” ucapan Siwon seolah dapat membaca pikiran Yoona.

 

“oppa sangat mencintaimu Yoong…”

 

_____________________________

 

 

“oppa…. ayo kejar aku!!!!” teriak Yoona yang sedang berlarian di pinggir pantai.

 

“oppa akan menangkapmu Yoong!!” balas Siwon dan segera berlari mengejar istrinya.

 

“kau tidak akan bisa mengejarku….” ejek Yoona sambil menjulurkan lidahnya

 

“berani-beraninya dia mengejekku, awas saja kalau kena, akan kulumat lidah jahilnya itu” gumam Siwon dalam hati.

 

Siwon terus berlari mengejar Yoona. Karena kemampuan larinya yang sangat cepat, Siwon pun dapat dengan cepat menangkap istrinya, ia menarik tangan Yoona.

 

Sejurus kemudian Siwon membawa Yoona dalam pelukannya, dan tanpa Yoona duga, bibirnya langsung dikunci rapat oleh bibir Siwon.

 

Jelas saja yeoja itu terkejut, jantungnya serasa ingin melompat keluar.

 

Lidah Siwon memasuki rongga mulut Yoona, dan segera mencari lawannya. Setelah ketemu, diajaknya perang lidah itu, dan tak lama kemudian…

 

“aww” pekik Yoona.

 

“kenapa kau menggigit lidahku??” Yoona menutupi mulutnya dengan tangan kanannya.

 

“lidahmu nakal, berani-beraninya mengejakku” Siwon tersenyum jahil. Yoona tertunduk malu, tangan kirinya memukul pelan pundak Siwon.

 

_____________________________

 

 

Rembulan sangat ramah menemani kelamnya malam. Ribuan taburan bercahaya semakin menyemarakkan malam ini.

 

Siwon duduk di beranda belakang kamar penginapannya. Menatap langit indah sembari menuliskan namanya dan nama Yoona diantara bintang-bintang.

 

“Yoong~” teriaknya memanggil sang istri.

 

“Yoona~” hening… tak ada jawaban dari sang pemilik nama.

 

“Chagiya~” Siwon mulai berjalan memasuki kamarnya.

 

“Chagi~” tetap tak ada jawaban. Siwon mencari-cari istrinya, namun tak ia temukan.

 

“Yoong~” ia terus memanggil sang istri.

 

“Chagi, neo eodia??”

 

“Chagiiiii”

 

“aigooo kemana Yoona??” wajahnya sudah menunjukkan kepanikan.

 

Siwon mengambil handphone di saku celananya, dan segera menghubungi sang istri.

Tak lama, sebuah dering telepon terdengar sangat familiar ditelinga Siwon, ia melirik meja rias  di kamarnya dan sebuah handphone tergeletak disana.

 

“sial, dia tak membawa ponselnya” jarinya langsung menekan ikon merah.

 

“Yoong~” Siwon segera melangkah keluar kamar, mencoba mencari sang istri.

 

“Yoonaaaa~” ia berteriak memanggil nama istrinya

 

Siwon segera berlari menuju bangunan utama penginapannya. Ia berjalan menuju security yang sedang berjaga-jaga.

 

“permisi, apa kau melihat seorang wanita yang memakan dress warna ungu? Dia keturunan Korea, matanya bulat, dan rambutnya panjang ikal bergelombang” Siwon menjelaskan ciri-ciri istrinya kepada seorang security.

 

“maaf tuan, saya tidak melihat orang yang anda maksud. Tapi aku bisa membantumu mencarinya” security itu menjawab pertanyaan Siwon.

 

“benarkah?? Terima kasih” Siwon segera membungkuk sambil tersenyum.

 

Ia dan security itu menyusuri setiap sudut penginapan itu, mencari sosok Yoona.

 

Semua sudut sudah meraka periksa, namun hasilnya nihil, yeoja cantik itu tetap tak ditemukan.

 

“Yoona… kemana kau??” Siwon sudah mulai frustasi mencari istrinya.

 

“yasudah, terima kasih” namja berbadan kekar itu membungkuk pada security yang tadi membantunya.

 

“mungkin sekarang dia sudah dikamar” ujar security itu

 

“tidak mungkin” sahut Siwon lemah.

 

“mungkin saja” security itu tersenyum.

 

“ya sudah lah, aku mau ke kamar saja, terima kasih”

 

____________________________

 

 

Tangannya memutar gagang pintu kamarnya. Beribu perasaan bersalah tak henti-hentinya menyerbu hati dan pikirannya.

 

Ia berjalan lemah memasuki kamar itu.

 

Saat ia akan duduk di sisi ranjang, tiba-tiba ia terkejut karena pintu belakang yang terbuka.

 

“perasaan, sebelum keluar pintunya sudah kututup” ia melangkah pelan menuju pintu belakang.

 

“oppaaaaaaaaa~” suara seorang yeoja mengagetkan Siwon.

 

Mata Siwon segera menuju sumber suara itu. Betapa terkejutnya ia melihat sang istri yang sedang berdiri di belakang sebuah meja yang sudah berisikan banyak makanan menggoda selera. Beberapa lilin dan renda-renda cantik mengiasi meja itu.

 

“Yoong” ia mendekati sang istri.

 

“Yoonaaaaaaaa” Siwon segera berhambur memeluk Yoona. Tak dapat ia lukiskan perasaannya sekarang.

 

“kau kemaana? Oppa kesana-kemari mencarimu” ujarnya sambil terus memeluk Yoona.

 

“aku ke dapur utama untuk membuatkaanmu makan malam” Yoona tersenyum.

 

“tapi sewaktu aku mencarimu di dapur, aku tak melihatmu”

 

“aku sengaja bersembunyi, dan aku juga sudah bicara dengan security yang ada di depan agar menutupi keberadaanku” jawab Yoona dengan ekspresi cerianya.

 

“aku membuatkanmu semua makan malam ini. Duduklah, kita makan!!”

 

“kenapa bisa? Bukannya orang luar tidak boleh masuk ke dapur?”

 

“aku membujuk mereka, sangat susah. Tapi aku meyakinkan mereka kalau aku juga bisa memasak dan aku tidak akan membuat rusuh di dapur itu. Akhirnya mereka mengijinkanku. Aku ingin, makan malam di malam-malam bulan maduku aku sendiri yang memasak. Membuat masakan special untuk suamiku” terang Yoona panjang lebar.

 

Siwon terharu mendengar perkataan yeoja dihadapannya.

 

“gomawo Yoong” Siwon tak sanggup lagi mengucapkan kata-kata, ia sungguh tertegun dengan ketulusan istrinya itu.

 

“Pilihan orang tua kita tidak akan salah hyung, eomma dan appa pasti sudah memilihkan yeoja yang terbaik untuk kita berdua”

 

Lagi-lagi, perkataan adik semata wayangnya itu terngiang ditelinganya.

 

Memang benar, Yoona adalah yang terbaik untuk Siwon.

 

____________________________

 

 

“jangan takut Yoong~” Siwon membelai surai ikal Yoona.

 

“demi Tuhan oppa tidak akan menyakitimu” ujarnya mencoba meyakinkan sang istri

 

“tapi aku takut oppa” sahut Yoona pelan.

 

“oppa akan melakukannya dengan penuh kelembutan. Percayalah!!”

 

“tapi….”

 

Namja tampan itu menggenggam erat tangan istrinya sambil membei isyarat seolah berkata “percayalah!!”.

 

“jangan takut chagi” Siwon berbisik mesra ditelinga Yoona.

 

Tangannya melingkar dipinggang ramping Yoona, bibirnya pun kembali berjumpa dengan bibir sang istri. Diciuminya dengan sangat lembut, penuh rasa sayang.

 

Tangannya mulai naik, mencari sesutu yang sangat ingin disentuh.

 

Siwon meremas pelan dua bukit kembar itu, membuat si empunya mendesah tertahan disela ciumannya.

 

Mereka berduapun melanjutkan aktifitas yang baru pertama kalinya mereka lakukan.

‘malam pertama’ di usia pernikahannya yang sudah menginjak hari ke 70.

 

____________________________

 

 

“wake up baby” jemarinya terus membelai surai lembut Yoona

 

Mengecup surai itu dengan penuh rasa sayang.

 

“nnnggg” yeoja itu mengerang pelan, matanya perlahan terbuka, dan didapatinya sang suami yang sedang memeluknya.

 

“oppa~” ucapnya begitu melihat Siwon.

 

“kau cantik sekali ketika tidur” Siwon masih terus membelai rambut Yoona.

 

Yeoja cantik itu hanya tersenyum mendengar pujian suaminya.

 

“kau pasti lelah chagi. Ayo kita mandi!!” ajak Siwon sambil membuka selimut.

 

“tapi kau jangan nakal!!” Yoona mempoutkan bibirnya.

 

“iya. Ternyata, kau juga ganas ya. Tadi malam seperti bukan istriku” Siwon menggoda Yoona.

 

“oppaaaa” Yoona semakin malu. Ia memukul Siwon dengan bantal.

 

“hahahaha…. Daebak Yoong!!” Siwon terus saja menggoda istrinya.

 

___________________________

 

 

1 Month Laters

 

 

Yoona tersenyum sambil menatap sebuah test pack yang ada ditangannya.

 

Test pack itu menunjukkan dua garis.

 

Segera saja ia keluar toilet dan langsung menaruh test pack itu di meja sebelah ranjangnya, bermaksud agar sang suami menemukan test pack itu dan membacanya sendiri.

 

Yeoja itu berjalan menuju dapur untuk segera membuatkan suaminya sarapan.

Perasaannya tak dapat terlukiskan, semua kebahagiaan berkumpul saat ini.

 

“oppa, sana mandi!!” tegur Yoona yang melihat Siwon masih saja fokus pada tayangan olahraga di televisi.

 

“baiklah istriku” Siwon segera beranjak menuju kamar mandi.

 

Sementara suaminya mandi, Yoona terus memasak sambil memikirkan ekspresi senang suaminya ketika melihat hasil test pack itu.

 

“aku sebentar lagi akan menjadi ibu” gumamnya masih dengan senyuman yang tak pernah memudar.

 

Setelah selesai dengan mandi paginya, Siwon langsung keluar.

 

Ia segera memakai pakaian kantornya. Tampak rapi seperti biasanya.

 

Tak sengaja, matanya menangkan sebuah benda yang sedikit asing tergeletak di atas sebuah meja.

 

“test pack” gumamnya sambil mengambil test pack itu.

 

“positif??” Siwon sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.

 

Langsung saja ia berlari keluar kamar.

 

“Yoooooong” ia berlari menuju sang istri yang sedang menyiapkan sarapan pagi di meja.

 

“ne??” sahut Yoona yang sudah dapat membaca ekspresi Siwon.

 

“benar ini punyamu??” Siwon menunjukkan test pack itu pada Yoona.

 

“benar itu punyaku. Wae??”

 

“benarkah?? Kau tak bohong kan?” Siwon tak dapat menyembunyikan kebahagiannya.

 

Yeoja manis itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

 

“Im Yoonaaaa” Siwon langsung memeluk istrinya, berbagi kebahagiaan bersama.

 

Tak sadar, Yoona meneteskan air mata bahagianya. Ia tak dapat membendung semua kebahagiannya saat ini.

 

Seorang malaikat akan hadir dirumah ini sebentar lagi…

 

________________________________

 

 

“Mwo?? Yoona hamil?” Kyuhyun hampir tersedak saat mendengar cerita sang ibu.

 

“iya, kandungannya masih baru. Eomma tidak menyangka. Semua ini seperti mimpi. Rumah tangga kakakmu sudah mulai bahagia sekarang” nyonya Choi sangat terharu saat mendengar berita bahagia ini.

 

“aku juga ikut senang eomma” Kyuhyun tersenyum

 

“dulu mereka sama sekali tidak bahagia, tapi sekarang semuanya begitu berbeda” lanjutnya.

 

“ternyata bulan madu mereka waktu itu membuahkan hasil” sahut nyonya Choi sumringah

 

________________________________

 

 

9 months laters

 

 

“baby~ cepat lahir ya… daddy sudah tidak sabar melihatmu. Kasian mommy mu dia berat membawamu kemana-mana” Siwon mengusap lembut perut Yoona.

 

“sabar oppa, sebentar lagi pasti lahir” Yoona tersenyum.

 

“anak kita pasti lucu” sahut Siwon yang masih dengan aktifitasnya

 

“oppa harap, ia memiliki mata sepertimu” lanjutnya lembut.

 

Yeoja itu hanya tersenyum saja menatap suaminya.

 

Sudah 9 bulan usia kehamilan Yoona, semua persiapan sudah jauh-jauh hari mereka persiapkan.

Dan sebuah nama pun sudah mereka persiapkan untuk sang malaikat kecil yang sebentar lagi akan hadir meramaikan rumah mereka.

 

“oppa, aku mau membuatkanmu kopi dulu ya!” ujar Yoona sembari beranjak dari tempat duduknya.

 

“ne chagi” Siwon menatap Yoona sambil tersenyum, tangannya menggenggam tangan istrinya.

 

Yoona berjalan pelan menuju dapur, perutnya semakin hari semakin bertambah berat.

 

Yeoja bermarga Im itu mengambil sebuah cangkir dan segera membuat secangkir kopi untuk suaminya.

 

____________________________

 

 

Yoona POV

 

 

Aku membuatkan secangkir kopi untuk Siwon oppa.

 

Rasanya hari-hariku semakin bahagia setelah kata “positif” itu. Siwon oppa semakin menyayangiku. Dia menjadi lebih perhatian padaku. Aku yakin inilah Siwon oppa yang asli, seorang lelaki yang gagah dengan kasih sayang yang tulus.

 

Kau tau oppa? aku sangat menyayangimu lebih dari yang kau tau.

 

Aku tersenyum sambil mengaduk kopi buatanku. Hingga tak lama kemudian…

 

“awwww” pekikku. Perutku sakit, aku merasakan rasa sakit yang tak terhingga.

 

“oppaaaa” aku berteriak memanggil Siwon oppa

 

“ne chagi. Aigooo kau kenapa??” tanyanya panik

 

“perutku sakit oppa” aku memegangi perutku yang terasa sangat nyeri.

 

“sebaiknya kita ke dokter sekarang” ia menggendongku menuju mobil.

 

ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kulihat raut panik terpancar jelas diwajah tampannya

 

sesampainya di rumah sakit, beberapa perawat langsung menanganiku. Dan tak lama seorang dokter kandungan pun datang.

 

“sepertinya nyonya Yoona akan melahirkan sekarang” ucap sang dokter dengan raut serius

 

“cepat bawa dia ke ruang persalinan!!” perintahnya pada semua perawat.

 

Aku pun langsung dibawa ke ruang persalinan. Siwon oppa dengan setia selalu menggenggam tanganku. Semua kata-kata penyemangat selalu terucap dari bibirnya.

 

Aku sangat takut akan persalinan pertamaku ini. Aku takut kalau salah satu dari kami ada yang tidak selamat.

Perutku terasa semakin sakit, seolah ada sesuatu yang terus menendang memaksa ingin keluar.

Kupandangi sesosok pria yang sedari tadi terus menggenggam tanganku.

 

“oppa… mana eomma…??” tanyaku sedikit tercekit

 

“sabar chagi, eommamu sebentar lagi kesini, beliau sudah tiba dirumah sakit” jawabnya sambil terus meyakinkanku.

 

Waktu persalinan masih 5 jam lagi, semua ini terasa begitu menyiksa. Hingga tak lama sesosok wanita yang sangat aku rindukan datang memasuki ruangan persalinan ini, dia adalah eommaku.

 

“eommaaaa…” ucapku sedikit menangis.

 

“yang kuat ya sayang. Kamu pasti bisa!!”

 

“tapi sangat sakit eomma…” rintihku

 

“kau akan bahagia setelah melewati semua rasa sakit ini sayang!!” eomma mencium keningku.

 

Rasanya sungguh sakit. Apa ini yang dirasakan eomma ketika melahirkanku??

Oh tuhan… kenapa begitu tersiksa?

 

Waktu terus berlalu, 5 jam terasa bagai 15 jam. Aku terus berusaha sekuat tenaga demi melihat sang malaikat kecilku.

Segala support dari Siwon oppa dan eomma menjadi obat yang mampu membuatku percaya bahwa aku bisa melewati semua ini.

 

Hingga tak lama….

 

“waaaahh… chukkae… bayi pertamanya laki-laki. Sekarang tinggal saudara  kembarnya. Yang kuat nyonya Yoona!!” ujar sang dokter.

 

Dan 5 menit kemudian lahir lah sang saudara kembar.

 

“daebak!! Anak kalian putra dan putri” dokter memberi selamat pada kami.

 

“anakku kembar??” aku sangat terharu saat mengetahuinya.

 

Aku menangis saat mendengar tangisan mereka. Aku tak menyangka bisa melewati semua ini. Benar yang dibilang eomma, aku akan mendepatkan kebahagiaan setelah melewati semua rasa sakit ini. Semua rasa lelah dan rasa sakit seakan hilang setelah mendengar suara tangis kedua malaikat kecilku.

 

Aku menatap Siwon oppa, lelaki tampan itu terlihat menangis, ia mencium keningku. Aku sungguh bahagia sekarang.

 

“chagi… kau hebat” ucapnya sambil membelai rambutku.

 

Setelah kedua anakku dimandikan, mereka berdua langsung kubawa dalam pelukanku.

Sungguh manis, aku tak menyangka akan menjadi ibu dari 2 anak kembar.

 

Aku langsung mencium mereka satu persatu, membelai rambut tebal mereka. Dan tak terasa air mataku jatuh menetes. Aku masih tak mempercayai semua ini.

Kedua buah hatiku lahir dengan cara normal, dengan usaha susah payah ibundanya.

Beribu rasa bahagia memenuhi hatiku.

Siwon oppa ikut membelai malaikat kecil kami, eomma pun ikut membelai cucu-cucunya.

Kulihat air mata bahagia membasahi pipinya.

 

“kau sekarang sudah menjadi seorang ibu sayang” eomma mengecup keningku.

 

Tak lama setelah semuanya sudah bersih, perawat langsung membawaku menuju ruang rawat inap yang jaraknya tak jauh dari ruang bersalin ini.

Saat pintu ruang bersalin dibuka, tampak beberapa saudara yang sudah menunggu.

Mereka langsung tersenyum bahagia ketika melihatku dan 2 bayi kembar yang sedang terlelap di masing-masing keranjang bayinya.

 

Ranjangku memasuki ruangan ber cat putih di kamar nomor 407. Air mataku tak henti-hentinya mengalir, sama seperti rasa bahagiaku yang semakin meluap.

 

“chagi… siapa nama anak kita??” tanya Siwon oppa sambil mengusap punggung tanganku

 

“terserah oppa saja!” aku tersenyum menjawabnya.

 

“bagaimana kalau yang namja kita beri nama Choi Minho??” ucapnya memberi usul

 

“eummm nama yang bagus” sahutku semangat

 

“kalau yang yeoja siapa??” lanjutku

 

“kau yang memberinya nama chagi!!”

 

Aku berfikir sejenak, hingga tak lama kemudian terlintas sebuah nama yang sangat imut.

 

“Choi Sulli” seruku memberi ide

 

“bagus juga, nama yang sangat imut, seimut yang memberi nama” lagi-lagi ia mencium keningku, sangat damai rasanya.

 

____________________________________

 

 

Author POV

 

4 Years laters

 

“ya!! Minho jangan ambil cokelat punyaku!!” pekik seorang gadis imut yang tengah kesal karena cokelat punyanya diambil saudara kembarnya

 

Namun sang saudara kembar nampaknya tak acuh dengan pekikan kencang saudaranya. Ia tetap melanjutkan melahap cokelat batang yang ada ditangannya.

 

“mommyyyyyyyyy” gadis kecil bernama Sulli itu menangis memanggil ibunya

 

“kau ini cengeng sekali” sahut saudara kembar namun beda gender (?) yang bernama Minho.

Tak lama, seorang wanita cantik berambut ikal menghampiri kedua buah hatinya.

 

“aigooo.. kenapa Sulli menangis sayang?” tanya Yoona sambil berlutut mencoba menyelaraskan tinggi badannya dengan putrinya.

 

“Minho merebut cokelat punyaku mom” isak Sulli manja.

 

“sudah jangan menangis, nanti mommy belikan lagi cokelatnya” jari lentik Yoona menghapus lembut air mata Sulli.

 

“belikan aku juga mom….” kali ini giliran Minho yang merengek.

 

“jangan… Minho jahat!!” sahut Sulli, ia masih tidak terima dengan perlakuan saudara kembarnya tadi.

 

“sudah… jangan berantem. Nanti mommy beli cokelat yang banyak untuk kalian berdua” ujar Yoona menenangkan buah hatinya, senyum pun merekah dibibir keduanya.

 

“heiiii… anak daddy kenapa?? Ko mukanya kusut??” tiba-tiba seorang pria berbadan kekar menghampiri keluarga kecilnya.

 

“eh, daddy sudah pulang? Tidak apa-apa, biasa anak-anak” Yoona terseyum menyambut suaminya.

 

“Minho nakal dad” rengek Sulli

 

“dia yang pelit” sahut Minho tak mau kalah

 

“sudah sudah jangan ribut, Minho Sulli anak daddy semua, harus akur, harus baikan, arassoh!!” Siwon menggendong kedua buah hatinya

 

“tidak boleh saling menyalahkan!!” lanjutnya.

 

“jangan ribut lagi, arra?!”

 

Kedua malaikat kecil itu pun mengangguk menyetujui ucapan sang ayah.

 

“ya sudah, daddy mandi dulu ya” Siwon menurunkan si kembar dari gendongannya dan langsung berjalan menuju kamar mandi.

 

“sebentar ya sayang, mommy mau bikin minuman dulu buat daddy” Yoona segera beranjak menuju dapur.

 

Ia segera meracik minuman untuk suaminya.

 

Setelah selesai mandi, Siwon menghampiri Yoona yang masih di dapur, di peluknya pinggang sang istri dari belakang.

 

“kelihatannya segar” gumamnya saat melihat segelas minuman yang baru saja diracik oleh istrinya.

 

“sudah selesai mandinya oppa?” tanya Yoona yang agak terkejut akan kehadiran Siwon

 

“oppa sangat merindukanmu baby” Siwon menyandarkan dagunya pada bahu Yoona.

 

“aku juga oppa…”

 

“oppa merindukan waktu berdua bersamamu….”

 

“Yoong… ayo kita…..” Siwon tak melanjutkan ucapannya

 

“apa??” tanya Yoona penasaran

 

“bikin adik untuk MinSul” lelaki tampan itu mengeluarkan smirk evilnya

 

“MinSul masih kecil oppa” Yoona pura-pura cuek dengan ucapan suaminya.

 

“tapi oppa ingin…….” lagi-lagi kata-katanya menggantung.

 

Dengan sigap, Siwon langsung mencium tengkuk Yoona. Yoona sedikit geli dibuatnya.

 

Siwon membalik tubuh Yoona, hingga kini mereka berdua saling berhadapan.

Segera ia menyerbu bibir istrinya, dan melumatnya lembut.

Lidahnya menyeruak masuk menyapa lidah Yoona.

Sedangkan tangan kirinya menekan kepala Yoona agar memperdalam ciumannya.

 

Tanpa mereka duga, sepasang malaikat kecil mereka tengah berjalan ke arah dapur.

Sontak saja Sulli dan Minho melihat orang tua mereka sedang berciuman mesra.

 

“Minho ya, apa yang sedang dilakukan mommy dan daddy?” tanya Sulli polos, matanya masih melihat moment indah mommy dan daddy’nya.

 

“YA!! Sulli tutup matamu!!” Minho segera menutupi mata adik kembarnya dengan tangan kanannya.

 

“memang kenapa Min?” tanya Sulli bingung

 

“nanti matamu tak innocent lagi!” ujar Minho

 

“mommy daddy, kalian jangan ciuman sembarangan, sana dikamar saja!!” teriak Minho yang langsung mendapat respon dari orang tuannya.

Yoona dan Siwon langsung melepas ciuman mereka, kedua nya nampak malu karena sudah kedapatan berciuman oleh buah hati mereka sendiri.

 

“kita sedang proses untuk membikin adik baru untuk kalian” sahut Siwon asal

 

“Oppaaaaaaaaaaaaaaaaa” pekik Yoona sambil mencubit lengan suaminya

 

Namun bukannya pergi masuk kekamar, Siwon malah kembali mencium bibir istrinya di depan kedua buah hatinya.

 

 

 

 

FIN

 

 

Huaaaaaaaaaaa akhirnya selesai juga ><

Endingnya ga jelas ya? ckckck

Jujur aja Iluth udah agak gimana gitu pas ditengah-tengah, ngerasa udah mulai gaje gitu.

Ga tau dah ah nih ff gagal banget.

Rara-ssi mianhae…

Mian ya nited nih part 3 ampe sebulan lebih, soalnya Iluth ga ada napsu buat lanjutinnya.

Udah gitu Iluth terlalu keasikan maen roleplayer, ampe lupa kalo Iluth punya utang ff ama nited u,u

Padahal cover ff’nya tuh udah lamaaaaa banget Iluth bikinnya, udah lama juga Iluth upload di wp Iluth, tapi isinya ga lanjut-lanjut -_- ckckck

Iluth takut banget doh di teror mulu, ga di hape, di twitt, di fb, ampe di wp Iluth sendiri.

Pada nagih nih part 3.

Tapi endingnya malah gaje gini.

Gaje banget kan??

Iluth yakin kalian udah pada pengen lempar duit semua ke Iluth (-_-)

Mian ya gaje banget gini, miaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann T.T

Ya udah ah, Iluth rasa nih curhatan udah panjang banget ==”

Sampe ketemu di ff Iluth berikutnya.

Sekali lagi maaf atas segala bentuk kegajean, baik itu yang disengaja, ataupun tidak disengaja.

 

Jangan  lupa follow twitter Iluth ya @Illah_Iluth

 

Gomawo nited ^^

 

Iluth sayang kalian semua (ɔˇ ³ ˇ)ɔ