Tag

, , , , , ,

 

Tittle : I’m Your Wife

Author : Illah_Iluth

Type : 3shoot

Chapter : 1

Genre : Hurt, Romance, Family

Rating : PG

Main Cast :

– Im Yoona

– Choi Siwon

Support Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun, Others…

Diclaimer : Semua cast milik tuhan dan orang tuanya masing-masing. Cerita ini milik saya, dan murni hasil pemikiran saya

Warning : cerita murahan, tidak seru, typo bertebaran, membosankan, bikin ngantuk, ending yang aneh, bikin sakit mata, bikin gatel-gatel, judul ga nyambung ama isi, cerita yang aneh dan alur yang pasaran!!!

 

Annyeong~

Iluth is baaaaaaccckk ^^ wkwk

Ini 3shoot kedua Iluth yang maincast’nya YoonWon ^^

Oh iya, ff ini request’an dari salah satu reader tercinta Iluth, dia biasa komen di YWI pake nama “RARA YOONWON FOREVER”

Hohoho

Moga nited suka ya ^^

Mian ya Rara-ssi, kalo jadinya aneh gini

*bow*

**********

 

 

Author POV

 

“Chukkae Siwonnie akhirnya kau menikah” ucap seorang lelaki memberi selamat pada seorang mempelai pria

“ne, gomawo hyung” sang mempelai pria hanya tersenyum tipis

“semoga kalian hidup bahagia”

“ne”

“kyaaaa~ Yoong, chukkae ya, kau sudah menikah” seorang yeoja mengucapkan selamat pada sang mempelai wanita

“ne unnie, gomawo” sang mempelai wanita tersenyum cerah

______________________________

Siwon POV

 

Semua ini sungguh konyol, aku dipaksa menikah dengan seorang yeoja yang tidak kukenal, bahkan, aku baru tau perjodohan ini sebulan yang lalu.

Sebulan yang lalu orang tua kami sepakat menjodohkan kami berdua tanpa adanya persetujuan dariku maupun dari yeoja itu, sebuah perjodohan yang ternyata sudah lama mereka rencanakan.

Kedua orang tua kami tidak menerima kata ‘tidak’, aku pun selalu dikawal ketat 24 jam agar aku tidak kabur atau melakukan hal-hal aneh demi menghindari perjodohan.

Waktu itu aku dan dia sama sekali belum pernah bertemu, hingga 5 hari kemudian acara pertunangan digelar, aku dan dia baru pertama kali bertemu diacara pertunangan itu.

Lucu bukan?

Baru pertama bertemu tapi sudah ditunangkan. Aku pun tak habis pikir sampai sekarang.

Hingga dua minggu kemudian kami berdua disuruh untuk mengambil pakaian yang akan kami kenakan di pesta pernikahan kami.

Jadi kesimpulannya, aku dan yeoja ini baru 2 kali bertemu.

Ini gila…

Bahkan aku pun belum sempat mengakhiri hubungan dengan kekasihku.

Aku dipaksa menikah dengannya karena alasan bisnis kedua orang tua kami.

Resepsi sudah selesai, aku dan yeoja itu pulang kesebuah apartemen mewah yang akan menjadi rumah kami.

“Siwonnie, jaga Yoona baik-baik ya!!” ucap eommaku saat akan pulang setelah mengantar kami sampai di apartemen baru

“ne” jawabku singkat

“Yoong, jadilah istri yang baik ya, selalu sayangi suamimu!!” eomma yeoja itu menasehati anaknya

“ne eomma”

“ya sudah, kita semua pulang. Semoga kalian bahagia dan betah di tempat tinggal kalian yang baru!!” appa menepuk bahuku sebelum ia pergi berlalu dengan rombongannya meninggalkan aku dan yeoja ini berdua.

“hati-hati!!” yeoja disebelahku melambaikan tangan.

Sementara itu aku hanya cuek dan segera berjalan memasuki rumah baruku. Dan tak berapa lama yeoja itu juga mengikuti langkahku.

Kami berdua masuk kekamar dan mengganti pakaian kami.

Aku mengganti tuxedo’ku dengan kaos putih polos, sementara yeoja itu mengganti gaun pengantinnya dengan piyama tidurnya.

Suasana sangat sepi dan kaku, aku dan dia hanya diam, aku sangat tak berselera untuk mengeluarkan kata-kata dari mulutku, menurutku itu hanya bentuk pemborosan energi.

“eummm.. oppa” tiba-tiba yeoja itu mengeluarkan suaranya

“iya” jawabku pendek

“apa yang biasa kau lakukan sebelum tidur?” tanyanya

“memangnya kenapa? Ini bukan urusanmu” jawabku dingin tanpa menatapnya

“tentu ini urusanku, aku ini istrimu” ujarnya

“kita menikah karena terpaksa, lagi pula aku tak pernah menyetujuinya” ucapku ketus, rasanya aku ingin sekali pergi jauh dari yeoja ini.

“tapi kau sudah bilang ‘aku bersedia’ pada saat pemberkatan pernikahan tadi siang” ucapnya lagi, matanya terus menatapku

“memang kenapa hah? Kalau aku tak mengucapkannya, kepalaku akan langsung dipenggal oleh ayahku” aku sedikit menekan ucapaku

“sudah lah, anggap saja kita ini belum menikah, kau bebas melakukan apa maumu dan aku juga bebas melakukan apa yang ku mau. Jangan bahas tentang pernikahan lagi!!” aku melangkah keluar dari kamar, lebih baik aku tidur di sofa.

_____________________________

Author POV

 

“sudah lah, anggap saja kita ini belum menikah, kau bebas melakukan apa maumu dan aku juga bebas melakukan apa yang ku mau. Jangan bahas tentang pernikahan lagi!!” Siwon keluar dari kamar, ia tidur di sofa yang ada di ruang tv.

Yoona menundukkan kepalanya, dan sesaat kemudian bulir-bulir bening sudah menetes dari pelupuk matanya

Yeoja berambut ikal itu terisak, ia tak manyangka Siwon begitu membenci pernikahan ini.

Air matanya sangat deras sampai membasahi kedua tangannya.

“eommaaaa” isaknya parau

“aku ingin pulang” ia terus terisak, hatinya sangat sakit mendengar kata-kata Siwon yang sangat tajam

Yeoja bermarga Im itu merebahkan tubuhnya pada spring bed berukuran king size yang ada dikamarnya.

Seharusnya sang suami menemaninya tidur disisinya, dan seharusnya mereka berdua menikmati malam pengantinnya, tapi semuanya berbeda ia malah harus menangis di malam pertamanya.

Tak lama, mata indahnya sudah terlelap, tubuhnya sangat lelah karena semua prosesi pernikahannya yang begitu menguras tenaganya.

_________________________

Siwon POV

“hey pabo, bangun kau!!!” aku berteriak membangunkan yeoja yang terlelap di atas kasur

“nnnnggg” Yeoja itu mengerang pelan dan langsung membuka matanya, ia sedikit tersentak karen melihatku

“ne oppa” Yoona langsung duduk dan merapihkan rambutnya.

“buatkan aku sarapan, palli!!!” aku sedikit berteriak

“ne” Yoona sedikit tergesa-gesa menuju dapur. Ia segera memakai celemek dan mempersiapkan segala perlengkapan masaknya.

20 menit kemudian masakannya sudah selesai, ia menata masakannya di meja makan. Tak lama aku pun menghampiri meja makan dan duduk disebuah kursi, aku mengambil piringku dan meletakkan nasi diatasnya

“kau masak apa? Kenapa begitu lama?” tanyaku dingin

“aku masak fillet ayam panggang dengan saus tiram, sup brokoli dan ommelete kentang daging asap” ia menjelaskan sambil menunjuk masakannya satu persatu. Dapat kucium aroma masakannya yang sangat sedap.

“semoga kau menyukainya” gumamnya pelan

Aku pun mulai menyuapkan makanan ini kemulutku, rasanya sangat enak, aku tidak bohong.

Sangat lezat seperti masakan koki hotel.

“bagaimana rasanya?” matanya menatapku

“jangan menatapku!! Rasanya biasa saja” aku memalingkan wajahku.

Aku tidak mau mengakuinya, rasa gengsiku sungguh sangat besar.

“mianhae” lirihnya pelan, ia hanya duduk dikursi yang ada dihadapanku, tapi ia tak memakan makananya sesuappun

“kenapa kau tak makan?” tanyaku ragu

“aku belum mandi, nanti juga aku makan” ia tersenyum menatapku, senyuman yang sangat tulus.

“ya sudah, aku mau ke kantor” aku segera beranjak dari kursiku dan segera berjalan menuju pintu.

___________________________________

“chagiya~” aku melingkarkan kedua tanganku pada pinggang kekasihku, aku mendekapnya dari belakang

“ada apa?” tanyanya dingin

“kau kenapa? Galak sekali” aku mempoutkan bibirku

“bukannya kau sudah menikah” ucapnya ketus

“tapi aku tidak pernah menyetujuinya chagi, lagi pula aku dan yeoja itu sama sekali belum pernah bersentuhan, aku tidak mau menyentuhnya”

“benarkah?”

“iya benar, karena aku hanya mencintaimu” aku meletakkan daguku dibahunya

“kau bohong” ia memalingkan wajahnya

“apa aku pernah berbohong padamu?”

“lalu, kenapa kau mau menerima perjodohanmu?”

“karena orang tuaku. Sudahlah, jangan pedulikan tentang pernikahanku. Jangan dibahas lagi, ok?”

“hmmm… baiklah” kekasihku pun tersenyum, sangat cantik sekali.

“ini lah yeojaku” aku pun tersenyum memeluknya

_______________________________

Yoona POV

 

Sudah pukul 12 malam tapi Siwon oppa belum juga pulang, aku ingin mengirim pesan singkat padanya, tapi aku tak punya nomornya.

Aku tetap duduk di sofa ruang tivi untuk menunggunya pulang, walau dia membenci pernikahan ini, tapi bagaimana pun dia adalah suamiku yang sah.

Aku tetap menunggunya sembari menonton acara televisi yang sebenarnya tidak ada yang menarik.

Mataku sudah tinggal beberapa watt, sangat berat untuk tetap terbuka.

Hingga tak lama mataku sudah terpejam, tak sadar aku merebahkan tubuhku di sofa.

“YOONA, IM YOONA, BUKA PINTUNYA!!!!!!!!”

“IM YOONAAAA”

Aku terbangun saat mendengar suara pintu apartemenku yang digedor dengan kencang, dapat kudengar juga teriakan seorang namja yang memaksaku untuk membuka pintu.

Aku melirik jam dinding, jarum pendeknya menunjuk tepat diangka 1.

“YOONAAAA APA KAU TULI? PALLI BUKA PINTUNYA!!!!!!”

“ne, tunggu” aku langsung bergegas menuju pintu dengan langkah yang terburu-buru.

Aku memutar kunci pintunya dan sesaat kemudian pintu pun terbuka.

Dibalik pintu seorang namja berbadan kekar sedang berdiri menatapku denngan tatapan yang sangat menakutkan.

“KAU TULI? KENAPA LAMA SEKALI” bentaknya begitu masuk. Aku hanya diam menunduk, aku sangat takut.

“DASAR YEOJA TIDAK BERGUNA” suaranya terdengar sangat menakutkan, kata-kata yang terlontar begitu menyayat hatiku.

“uuuhh bau alkohol” gumamku dalam hati ketika mencium aroma tubuhnya

“apa oppa mau mandi dulu?” aku memberanikan membuka mulutku

“tidak perlu, aku sudah sangat mengantuk” ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.

Dan sesaat kemudian ia sudah keluar dengan mengenakan pakaian tidurnya.

“sana kau tidur!!” perintahnya dengan nada yang lebih pelan

“lalu oppa? Tidur dimana?” aku sedikit bingung

“aku tidur di sofa, aku tidak mau seranjang denganmu”

Deg…

Kali ini kata-katanya sangat menghujam hatiku, seolah ribuan bilah pisau tajam menghunus tepat dijantungku.

“sudah sana!!” ia mendorong tubuhku hingga hampir jatuh tersungkur.

Aku menutup mulutku dengan tangan kananku, rasanya sangat sakit. Bukan badanku yang sakit, tapi hatiku yang sangat sakit.

Tak terasa air mataku kembali meleleh, aku menangis dalam diam.

“kenapa belum masuk juga, sana masuk!!” ia kembali membentakku.

“oppa, sebenci ini kah kau padaku?” aku mengangkat wajahku dan menatapnya, pandanganku sedikit buram karena tertutup oleh pekatnya air mataku.

“IYA, AKU SANGAT MEMBENCIMU, ARRASSOH!!” lagi-lagi ia menambah volume suaranya. Apartemen ini memang  dilengkapi dengan kedap suara yang sangat bagus, jadi sekencang apapun ia berteriak, orang-orang tidak akan ada yang mendengarnya.

“SANA MASUK!!” matanya menatap tajam, penuh dengan aura kemarahan.

“ne, aku akan masuk” aku masih terisak.

Aku tidak pernah menyangka kalau kehidupan rumah tanggaku sekejam ini, aku menikah dengan seorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya. Kami berdua menikah secara terpaksa, karena kedua orang tua kami ingin mengeratkan hubungan bisnis mereka.

Setelah menikah, aku hanya disuruh diam di rumah mengurus suami, aku tidak boleh bekerja, kerjaku hanya menjadi ibu rumah tangga.

Aku sangat iri dengan sahabatku, Yuri unnie. Ia menikah dengan pria idamannya yang lama menjadi kekasihnya.

Mereka menikah setahun yang lalu, aku sangat iri dengan kehidupan rumah tangga mereka yang sangat romantis dan bahagia. Tidak sepertiku yang seperti ini, baru saja dua hari, tapi rasanya aku sudah sangat tertekan.

“sabar Yoona, sabar!!” aku menghela napas berat.

__________________________

Author POV

Suara alarm meraung dari handphone seorang yeoja yang tengah terlelap, ia mengerjapkan matanya, telinganya sungguh tidak kuat mendengar raungan kencang alarm handphonenya.

“jam 6 pagi” gumamnya sambil mematikan alarm handphone’nya.

Yeoja cantik itu langsung berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

Membersihkan tubuhnya, dan setelah dirasa bersih, ia langsung menghentikan aktifitas mandinya.

Ia keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit ditubuhnya, rambutnya yang basah dibiarkan tergerai

“aigooo segar sekali” serunya ketika menutup pintu kamar mandi

Tak disangka, Siwon yang baru masuk kedalam kamar langsung terkejut melihat seorang yeoja yang tubuhnya hanya dililit handuk warna pink.

Yoona membalikkan badannya dan seketika langsung melihat seorang lelaki yang tengah berdiri menatapnya dengan ekspresi terkejut

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriak Yoona lantang, ia segera menutupi dadanya

“kau kenapa? Mianhae” Siwon salah tingkah dan langsung keluar kamar

Yoona dengan cepat memakai pakaiannya dan segera keluar kamar, dilihatnya sang suami tengah menonton sebuah acara olah raga.

“oppa, kau belum mandi kan? Kamar mandi dikamar kosong” lirihnya lembut

“ne” ujar Siwon cuek dan langsung berjalan menuju kamarnya

Yeoja berambut ikal itu melangkahkan kakinya menuju dapur dan langsung menyulap semua bahan-bahan di kulkas menjadi makanan-makanan lezat.

Ia hanya membuat sarapan yang sederhana, nasi goreng seafood dengan sedikit potongan keju, rolade daging, serta salad buah dengan saus madu diatasnya, dan tak lupa 2 cangkir minuman yang ia beri nama cloudy caramel tea.

“done” Yoona tersenyum bangga melihat hasil karyanya yang tertata rapi diatas meja makan. Hanya butuh waktu 15 menit untuknya menyiapkan semua makanan dan minuman ini.

Tak lama, seorang namja sudah keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian yang rapi.

Namja itu langsung duduk disebuah kursi.

“kau masak apa hari ini?” tanyanya dingin

“aku hanya masak masakan yang sederhana oppa. Ini nasi goreng seafood dengan sedikit potongan keju, ini  rolade daging. Oh iya, ini ada salad buah yang sudah kulumuri madu diatasnya, dan ini, cloudy caramel tea” Yoona menunjuk masakannya satu-persatu dengan riangnya.

“tapi maaf ya oppa, aku hanya asal memasak” gumamnya pelan

Siwon segera menyuapkan makan kemulutnya.

Lagi-lagi ia sangat menikmati masakan istrinya, ia akui bahwa masakan Yoona lebih nikmat dibanding masakan ibunya.

“benar ini nasi goreng?” tanya Siwon disela-sela makannya

“ne benar, waeyo oppa?”

“rasanya aneh sekali” ujar Siwon cuek

“aneh ya? Mian ya oppa” Yoona menundukkan kepalanya

Namun, didalam hatinya, tak henti-hentinnya Siwon merutuki dirinya sendiri.

“aigooo… ini hanya nasi goreng dan rolade biasa, tapi kenapa rasanya fantastis seperti ini” pujinya dalam hati

Dan tak lama kemudian, pria bermarga Choi itu sudah menghabiskan sarapannya, ia segera bergegas menuju kantornya

___________________________

Yoona POV

Sudah sebulan pernikahanku dengan Siwon oppa, tapi semuanya tidak ada yang berubah.

Tetap sama.

Ia tetap kasar padaku, dan kami berdua tetap tidur terpisah.

Setiap malam aku selalu tidur di kamar, sementara ia tidur di sofa ruang tivi.

Ia selalu membentakku, memerintahku sesuka hatinya, dan berkata pedas padaku.

Aku sudah sering menangis, tapi rasanya air mataku sudah habis.

Apa ia tidak bisa membuka hatinya untuk menerima keadaan ini?

Tidak bisakah ia menerima aku sebagai istrinya?

“YEOJA PABO”

“YEOJA TIDAK BERGUNA”

“YEOJA TIDAK TAU DIRI”

“YEOJA SAMPAH”

Kata-kata kasar itu lah yang setiap harinya menghiasi rumah tangga kami, telingaku sangat panas mendengarnya, ditambah lagi teriakannya yang sangat menguji kekuatan gendang telingaku.

Tapi anehnya, Siwon oppa selalu bersikap lembut setiap di meja makan, walaupun ia selalu menghina masakanku, tapi ia selalu menghabiskannya dan memakannya dengan lahap.

“YOONAAAA DIMANA BLAZERKU??” teriaknya dari arah kamar

“ada dibalik pintu oppa” aku membalasnya dengan sedikit berteriak

“DIMANA DASIKU YANG BARUUU?” teriaknya lagi

“ini oppa..” aku menghampirinya sambil membawa dasi warna sapphire blue ditanganku

“baru aku setrika” aku tersenyum

“oh iya, mana berkas-berkasku yang tadi malam kau beresi?”

“ada dimeja oppa” aku menunjuk

“apa-apaan ini, kenapa hanya segini?”

“tapi memang hanya itu yang aku rapihkan tadi malam”

“kau jangan berkilah ya, jelas-jelas semuanya ada 50 lembar, kenapa ini hanya 43 lembar? Kau kemanakan semuanya?” ia mulai membentakku

“tapi memang hanya itu oppa”

“tidak mungkin. Jawab yang jujur Im Yoona!!”

“aku jujur oppa”

“aiiiissshh… PASTI ADA YANG KAU BUANG KAN?” suaranya sangat kencang

“IM YOONA. TAK TAU KAH KAU BAHWA SEMUA INI SANGAT BERHARGA?”

“INI BAHKAN LEBIH BRHARGA DIBANDING NYAWAMU!!!!!!!” ia berteriak tepat didepanku

____________________________________

Author POV

 

Yeoja itu tak melakukan apa-apa, ia hanya diam menatap suaminya, matanya memerah, berair, bibirnya yang merah bergetar seperti hendak mengatakan sesuatu tapi ditahannya

Kalimat terakhir yang dilontarkan Siwon begitu menyakitkannya.

“oppa, bisa kah kau tidak kasar padaku? Bisakah kau tidak membentakku? Hhh apa salahku hingga kau sebenci ini padaku? Apa salahku oppa? Seharipun, kau tidak pernah berhenti berteriak padaku. Kau selalu berkata kasar padaku, menghinaku dan memandangku seakan aku adalah sebuah kotoran. Aku ini istrimu oppa, aku bukan pembantumu, tapi kau memperlakukanku seperti budak. aku bisa terima kalau kau membenci pernikahan ini, tapi tak bisakah kau tak membenciku? Aku ini istrimu oppa… tapi kau…” Yoona langsung menangis mengatakannya, Siwon hanya diam memandangnya.

“tak tau kah sebulan ini kau membuatku sakit?” Yoona melanjutkan kata-katanya

“jika ini semua adalah caramu untuk menunjukkan pada appamu bahwa kau membenci pernikahan ini.. hhhh.. kau berhasil.. aku siap kau ceraikan kapan pun kau mau…”

Setelah berkata seperti itu Yoona mengambil kopernya yang ditaruh disebelah lemari, sambil menangis dan tergesa-gesa ia menaruh pakaiannya dikoper itu.

“kau mau kemana?” tanya Siwon begitu melihat Yoona melangkahkan kaki melewatinya

“ini kan yang kau inginkan? Kau ingin agar aku pergi dari kehidupanmu? Baik oppa. Kau tak perlu bersusah payah untuk membuatku membencimu, selamat tinggal”

Yeoja itu menyeret kopernya keluar kamar. Meninggalkan Siwon yang masih terdiam menatapnya

______________________________

Siwon POV

Mataku terus menatapnya, ia menyeret korernya keluar kamar, melewatiku yang masih berdiri terdiam

Jujur saja, aku tertegun dengan ucapannya tadi, yeoja yang aku pandang lemah ternyata mampu berkata seperti itu.

Apa aku sudah keterlaluan padanya?

Tapi aku memang tidak menyukainya dan aku sangat sangat membenci pernikahan ini.

Yeoja itu masih menangis, dapat dengan jelas kudengar isak tangisnya.

Harusnya aku senang dia pergi.

Aku bisa bebas melakukan apa yang aku mau tanpa harus terganggu karena kehadirannya, tanpa harus susah payah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tidak pentingnya.

Bukan kah ini yang aku inginkan?

Tapi kenapa hatiku sakit saat mendengar ia menangis sepilu ini?

Seakan ada batu besar yang menghantam keras jantungku.

Sejahat ini kah aku?

Sampai membuatnya menangis?

Mungkin iya, karena yeoja ini adalah yeoja pertama yang kubuat menangis.

Aku hanya diam memandangi punggungnya.

Beberapa langkah lagi, ia akan berjalan mendekati pintu keluar.

Apa dia akan kembali lagi? Atau ia akan meninggalkanku selamanya??

TBC

 

Haduuuhh ga dapet feel’nya sama sekali ya -_-

Kecepetan pula.

Mian ya, hasilnya aneh gini. Ckckck

Mian jjuga ya Rara, ff request-anmu hasilnya gaje. T.T

Gomawo ya yang udah RCL ^^

Ditunggu chapter berikutnya!!!~