Tag

, , , , , ,

 

Tittle : Girl In The Night

 

Type : Chapter

 

Chapter : 2

 

Author : Illah_Iluth

 

Genre : Romance, Drama, Sad (maybe)

 

Rating : PG 17

 

Main Cast :

– Im Yoona

– Choi Siwon

 

Support Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun, others…

Diclaimer : Semua cast milik tuhan dan orang tuanya masing-masing. Cerita ini milik saya, dan murni hasil pemikiran saya

Warning : cerita murahan, tidak seru, typo bertebaran, membosankan, bikin ngantuk, ending yang aneh, bikin sakit mata, bikin gatel-gatel, judul ga nyambung ama isi, cerita yang aneh dan alur yang pasaran!!!

Annyeong~

Iluth balik lagi bawa part 2’nya ^^

Moga ga kecewa di part yang ini. Kkk~

DON’T LIKE??

 

DON’T READ!!

 

DON’T BASHING!!

 

DON’T BE A SILLENT READER!!!

Selamat menikmati~ ^^

___________________________

“Dia seorang pelacur” Yuri berterus terang pada Siwon

SiwonPOV

Deg…

Aku merasakan seperti ada ribuan aliran listrik yang menyengat tubuhku. Aku tak percaya dengan sebuah kalimat yang baru saja dilontarkan oleh wanita dihadapanku ini

Rasanya otakku sangat sulit menerjemahkan ucapan wanita ini.

Dan lagi lagi ribuan pertanyaan berputar diotakku

Apa Yuri sedang berbohong padaku?

Ataukah Yoona yang menyembunyikan sesuatu?

Lalu, kenapa aku seperti ini? Seperti perasaan cemburu. Seolah-olah Yoona adalah yeojaku, yeoja yang sudah lama menjadi pacarku.

Padahal aku baru mengenalnya 3 hari yang lalu.

“Siwonnie, gwenchana??” suara Yuri membuyarkan lamunanku

“ne, gwenchana” aku mencoba tersenyum

“kau, tidak bohong kan?” lanjutku

“untuk apa aku berbohong padamu?” jawab Yuri dengan wajah serius

“lalu, apa itu semua benar?” aku masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Yuri

“lebih baik kau tanya kan sendiri pada Yoona” Yuri meneguk wine’nya.

Aku menundukkan kepalaku. Rasanya berat mengetahui kenyataan ini. Tapi pada kenyataannya aku memang sudah melihatnya dengat mata kepalaku sendiri.

“lalu, dimana Yoona biasa menunggu client’nya??” tanyaku berat

“Yoona tidak punya tempat, dia hanya akan melayani kalau ada yang minta, tapi kenyataannya dia selalu kebanjiran order. Client Yoona adalah pria-pria kaya yang sanggup membayar mahal hanya untuk tidur dengan dia. Kadang Yoona ke club ini kalau sudah selesai melayani client’nya. Dia melepas lelahnya disini. Dan kalau bertemu denganku, dia akan mencurahkan semua isi hatinya padaku” Yuri menjelaskan dengan panjang lebar. Hatiku semakin sakit dengan pernyataan Yuri.

“ya sudah Siwonnie, ini sudah waktunya aku kerja. Yaaaaahhh… sebenarnya aku juga tidak mau melakukan pekerjaan ini, tapi mau bagaimana lagi, sudah menjadi takdirku” Yuri mencoba tersenyum, dapat kulihat matanya sedikit berkaca-kaca.

“fighting Yuri-ah. Gomawo” aku mencoba memberinya semangat. Dapat dengan jelas kulihat, Yuri sedikit berat beranjak dari tempat duduknya

Yuri tersenyum padaku dan dia mulai melangkahkan kakinya.

Aku hanya diam, hanya untuk memainkan jariku diatas layar ponsel saja rasanya sangat tak berselera.

aku kembali teringat dengan kejadian yang kulihat kemarin malam, dan lagi-lagi, ucapan Yuri seperti terus terngiang ditelingaku.

Dan tak lama, seorang wanita sudah memulai pekerjaannya. Kulihat, wajah Yuri tak seperti biasanya, dia terlihat sangat datar.

Aku kembali menuangkan wine kedalam gelasku, berharap aku bisa melupakan beberapa kejadian tadi dari pikiranku dengan meminum wine ini. Dan satu gelas dapat kuhabiskan dalam satu tegukan.

“sebaiknya aku pulang saja” gumamku.

Aku pun memutuskan untuk pulang. Rasanya sudah tak betah lama-lama disini.

Aku tak tau kenapa aku seperti ini.

Aku ingin bertanya langsung pada Yoona, tapi rasanya tak ada kekuatan yang mendorongku untuk menyelidiki lebih jauh.

Tapi hatiku masih sama, aku seperti masih mnyayangi Yoona. Rasanya tidak berubah. Tetap sama walau aku sudah tau kenyataannya.

Aku berjalan dengan lesu dan terus menundukkan kepalaku, sampai di parkiran mobil, aku berpapasan dengan sepasang kekasih, lebih tepatnya dengan seorang wanita penghibur dan clientnya.

Ya, aku berpapasan dengan Yoona yang sedang berjalan dengan seorang pria yang wajahnya beda dengan pria yang berciuman dengannya kemarin malam. Kali ini badannya lebih pendek dari pria kemarin, dan wajahnya juga lebih muda. Tangan kanan pria itu melingkar dipinggang ramping Yoona.

Aku dan Yoona langsung bertatap wajah. Aku sangat kaget dengan apa yang ada didepanku. Baru saja beberapa menit yang lalu aku membicarakan wanita ini, dan sekarang dia ada dihadapanku.

Aku bingung, aku terus menatap Yoona. Rasanya ingin sekali memeluknya, dan bilang padanya kalau ia harus meninggalkan pekerjaan hina ini.

“Yoona-ssi” ucapku

“Si.. Siwon oppa” ujar Yoona terbata-bata dia langsung membuang mukanya

“dia siapa chagi?? Apa salah satu clientmu juga?” Pria itu bertanya pada Yoona

Yoona hanya diam, dapat dengan jelas kulihat raut bersalah dan ketakutan diwajahnya.

Tak lama, mereka berdua melanjutkan langkahnya. Aku hanya memandangi punggung Yoona. Rasanya seperti ada sebilah silet yang menyayat-nyayat hatiku, sakit sekali.

Aku berjalan gontai menuju mobilku. Kau tau Yoong? Kau adalah wanita pertama yang mampu menggantikan posisi Myung Hee, setelah sudah 5 tahun yang lalau dia meninggalkanku tanpa pamit. Dia pergi untuk selama-lamanya. Mungkin Tuhan sangat menyayangi dan merindukan dia, hingga Tuhan tak sabar ingin cepat-cepat mengambil Myung Hee dari sisiku dan menempatkan ia ditempat yang sangat indah.

Setelah Myung Hee pergi, tak ada lagi wanita yang mampu menarik perhatianku.

Tapi Yoona, dia bahkan telah merebut hatiku.

Aku tak bisa berkonsentrasi saat menyetir mobil. Didalam otakku bergulat tentang perasaan dan kenyataan.

Tapi aku harus menanyakan dulu pada Yoona, agar aku lebih yakin.

*****

Yoona POV

 

Siwon oppa, benar kan tadi Siwon oppa?

Ya Tuhan, kenapa seperti ini. Bagaimana kalau dia sudah tau semuanya.

Dari tadi Ryeowook oppa terus bicara, tapi aku hanya diam. Mulutku diam, tapi otakku seperti tidak mau diam, terus terlintas bayangan Siwon oppa dan segala macam kemungkinan buruk.

Ryeowook oppa adalah client baruku. Baru sekali kami melakukan hubungan ‘itu’, dan malam ini Ryeowook oppa membookingku lagi.

Tapi, kenapa Siwon oppa memergokiku. Walau hanya sedang bergandengan dengan Ryeowook oppa, tapi jujur saja aku takut.

Kenapa aku seperti ini?

Dulu aku juga kerap bertemu dengan pelangganku yang lainnya saat aku sedang bersama seorang lelaki. Tapi sungguh, tidak ada perasaan takut sedikitpun, rasanya biasa saja. Tapi kali ini kenapa beda. Aku sangat takut sekali.

“chagi-ah, kenapa dari tadi kau terus diam?” Ryeowook oppa bertanya lembut

“ah.. ani oppa” aku terbata-bata. Aku mengedarkan pandanganku pada sekitar, tapi rasanya sangat aneh. Seperti bukan diduniaku.

“apa kau sakit chagi?”

“ani oppa. Gwenchana” aku mencoba tersenyum, tapi sangat kaku

“oppa, aku ingin pulang” aku berkata pelan sambil menunduk, aku yakin Ryeowook oppa tak mendengarnya. Aku merasa mataku memanas, dan sebentar lagi pasti hujan akan turun dari sudut mataku.

Ryeowook oppa mengangkat wajahku. Dan matanya menatap mataku.

“waeyo chagi? Kenapa matamu berkaca-kaca?”

“entah lah, aku merasa tidak enak badan” aku berbohong pada Ryeowook oppa.

Ryeowook oppa semakin mengangkat wajahku dan mendekatkan wajahnya, lalu dia pun mendaratkan bibirnya dibibirku. Memberikan ciuman yang lembut, Ryeowook oppa pun memelukku erat.

Dan benar, air mataku menetes. Rasanya sangat sakit, bibirku hanya diam, sedangkan bibir Ryeowook oppa sudah melumat habis bibirku. Biasanya aku akan merespon, tapi kali ini sangat susah. Kaku sekali.

Menyadari ada hal yang tak biasa, Ryeowook oppa melepaskan ciumannya.

“kau kenapa chagi-ah, tidak seperti biasanya?” tanya Ryeowook oppa bingung

“kau, kenapa menangis? Apa oppa berbuat salah padamu?” Ryeowook oppa melihat air mata yang masih ada dipipiku, dan segera menghapusnya.

Aku menunduk dan tangisanku semakin menjadi. aku tak tau kenapa begini. Air mataku semakin deras, tapi bibirku rapat, aku menangis dalam diam.

Siwonnie oppa… mungkin kah aku benar-benar jatuh cinta padamu?

Tapi oppa, aku tak boleh mencintaimu. Aku hanya seorang wanita hina, wanita yang mau dibayar dengan sejumlah uang hanya untuk melayani napsu para pria, sedangkan kau, kau adalah pria yang sangat taat pada agamamu. Kau juga masih sangat polos, kau sangat berbeda dengan client-clientku. Aku tidak boleh mencintaimu oppa. Tidak boleh, kau juga tidak mungkin mencintai wanita kotor sepertiku. Aku tidak boleh mencintai Siwon oppa…

“sebaiknya oppa antar kau pulang” Ryeowook oppa memeluk pinggangku

“ani oppa. Aku tidak apa-apa. Kita lanjutkan malam kita” aku mencoba tersenyum dan menghapus air mataku

“tapi chagi, kau terlihat sangat lemah”

“gwenchana oppa. Ya, kita lanjutkan malam kita. Eummm.. kalau bisa kita langsung ke apartemenmu saja” aku mencoba bersikap sewajarnya.

“tidak Yoong, oppa tidak mau kau kenapa-napa”

“oppa…. sudah bilang kalau aku tidak apa-apa. Ayo lah, apa kau sudah tak bernapsu lagi padaku” aku bersikap manja, seolah-olah aku sedang merajuk, seperti anak TK yang tidak jadi dibelikan permen oleh ibunya.

“bu…bukan begitu Yoong, oppa hanya takut kau kenapa-napa kalau kita lanjutkan. Benar kau tidak apa-apa?” Ryeowook oppa terlihat sedikit panik

“kau lihat sendiri, aku tidak apa-apa” aku tersenyum dan mengerlingkan mataku

“kau ini. Ya sudah, kita ke apartemen oppa” kami pun langsung meninggalkan tempat ini.

Yaaahhh…. sebenarnya aku sama sekali tak mau seperti ini, ingin sekali aku meninggalkan pekerjaan hina ini, tapi mau bagaimana lagi, aku tak punya pilihan lain. Semuanya sudah terjadi, dan aku sangat sulit keluar.

*****

Siwon POV

 

Aku memasuki pintu rumahku, kulirik jam tanganku, jarumnya baru menunjuk angka 1, aku pulang lebih cepat dari kemarin malam.

Begitu aku memasuki ruang tengah kulihat Kyuhyun masih duduk menonton TV, sepertinya dia sedang nonton acara sepak bola, dan benar saja dia sedang menyaksikan club jagoannya bertanding.

“hyung, kau sudah pulang? Dari mana kau?” Kyuhyun langsung berdiri dari sofa

“sudah kubilang kan, dari rumah teman. Ada acara” aku mencoba berkilah

“ katanya kau telefonan dengan Seohyun??” lanjutku

“iya tadi, tapi sekarang Seohyun sudah tidur hyung, dan aku ingat Barcelona bertanding malam ini. Hehehe” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum menatap layar TV

“ya sudah, kalau acaranya sudah selesai kau segera lah tidur, besok kau kuliah Kyu” Aku berkata sambil melangkahkan kakiku menuju kamarku.

Rumah ini terlalu besar dan mewah, sangat sepi karena hanya dihuni oleh aku dan Kyuhyun, pelayan dan pembantu mereka menempati kamar-kamar yang ada dibelakang rumah, jadi tetap saja kalau malam rumah ini sangat sepi.

Aku memutar gagang pintu kamarku dan membukanya perlahan. Aku segera membaringkan tubuhku diatas kasur.

Lagi-lagi bayangan Yoona terlintas, dadaku sesak. Aku menelungkupkan kedua telapak tanganku diwajahku, mencoba menghilangkan Yoona dari benakku.

Tapi sangat susah, semakin aku mencoba melupakannya, semakin teringat akan wajah cantik wanita itu.

Dan aneh, hatiku bahkan tak membencinya sedikitpun, aku malah merindukannya.

*****

Author POV

 

Hari ini Siwon dan Yoona janji bertemu di Cafe yang tak jauh dari perusahaan Siwon.

Mereka berdua duduk disebuah kursi yang tak jauh dari jendela.

Mata Siwon menerawang keluar, sedangkan Yoona dari tadi hanya menunduk.

“Yoong, oppa sangat merindukanmu” Siwon mengawali perbincangan, matanya masih menatap keluar jendela.

Yoona mengangkat kepalanya, mata indahnya menatap Siwon.

“apa oppa sudah tau semuanya?” Yoona berkata pelan.

“ya, oppa sudah tau” Siwon menyesap kopinya.

Yoona menundukkan kepalanya lagi, matanya kembali basah, dan tak lama bulir-bulir bening menetes dari matanya.

Siwon bingung dengan apa yang terjadi pada Yoona, dia segera menggenggam tangan Yoona dan mengusap punggung tangan yeoja itu pelan.

“waeyo?? Apa oppa salah??” Siwon membelai lengan Yoona

“ani oppa. Aku yang salah” jawab Yoona dengan suara parau, dia masih menangis.

“apa yang salah? Kau tak salah Yoong”

“saat oppa bertanya tentang pekerjaanku, aku tak menjawabnya dengan jujur. Dan sekarang oppa sudah tau kan apa pekerjaanku. Tapi kenapa oppa masih mau menemuiku? Harusnya oppa benci pada pembohong sepertiku” air mata Yoona semakin deras, dia tak mampu membendung perasaannya saat ini.

“oppa tak bisa marah apa lagi benci padamu Yoona-ah” ucap Siwon lirih

“waeyo?”

“karena…” Siwon gugup, ia tak bisa melanjutkan kalimat selanjutnya

“wae?”

“karena oppa mencintaimu. Saranghae” Siwon berkata dengan jelas, tangannya menggenggam erat tangan Yoona.

Yoona sangat kaget dengan pernyataan Siwon, dia tak menyangka, namja yang sangat ia cintai ternyata juga mencintainya. Dan yang ia takutkan ternyata menjadi kenyataan.

Mata Yoona menatap lekat mata Siwon, terdapat kejujuran didalamnya.

“oppa bohong” Yoona memalingkan wajahnya

“untuk apa oppa bohong padamu. kalau oppa berbohong, untuk apa oppa masih mau bertemu denganmu”

“kenapa oppa mencintaiku? Aku ini wanita kotor oppa. Aku hina, aku ini bukan wanita baik-baik” air mata Yoona kembali keluar. Sesungguhnya ia juga sangat mencintai Siwon. Bahkan ia akui kalau Siwon lah cinta pada pandangan pertamanya.

“karena oppa mencintaimu apa adanya. I love you whoever you are. Oppa tak mempedulikan pekerjaanmu dan hal lainnya. Yang oppa cintai adalah Im Yoona, Im Yoona dan Im Yoona. Oppa tau ini masih terlalu cepat, tapi oppa tidak bisa menahannya, setiap hari hanya kau dan kau Yoong, oppa tidak bisa melupakanmu sebentar saja”

“tapi oppa tidak boleh mencintaiku” Yoona menggelengkan kepalanya

“uljima!! Kenapa kau menangis??” Siwon menghapus air mata Yoona

“ka.. karena…” Yoona sedikit terbata-bata

“karena…. aku mencintai oppa” lanjutnya dengan suara pelan

Siwon tersentak dengan pernyataan Yoona.

“tapi aku tak boleh mencintai oppa” lirih Yoona

“eummmm Yoong… sebaiknya kita pindah tempat saja, tempat yang lebih nyaman. Disini terlalu ramai” Siwon membimbing Yoona ke pintu keluar

Mereka mulai meninggalkan tempat itu, dan menuju taman yang tenang.

Agak jauh dari pusat kota. Di sebuah tempat dipinggiran kota Seoul. Ditaman ini terdapat sebuah danau kecil yang sangat indah. Suasana yang tenang dan nyaman akan membuat siapa pun betah disini, dan disini pula lah tempat dimana Siwon bertemu dengan Myung Hee.

Siwon dan Yoona berdiri di tepi danau, mereka berdua terdiam.

“Yoong-ah, benar kau mencintaiku?” ujar Siwon

Yoona menoleh, ditatapnya Siwon sekilas dan ia menundukkan kepalanya lagi.

“ne, tapi aku tak boleh mencintai oppa” jawab Yoona pelan

“waeyo?”

“karena aku tidak pantas untuk oppa”

Siwon membalikkan badannya, menghadap yeoja yang ada didepannya.

“oppa sangat taat dengan agama, sedangkan aku? Aku tak pernah lagi ke gereja setelah aku menjadi pelacur. Aku merasa aku ini terlalu kotor dihadapan tuhan, aku sangat malu menemui tuhan” Yoona kembali menangis. Tak biasanya Yoona seperti ini, biasanya ia akan selalu tegar dihadapan lelaki, tapi didepan Siwon, Yoona sangat lemah.

Siwon mendekatkan tubuhnya ketubuh Yoona, tangan kanannya kelingkar dipinggang yeoja itu, dan tangan kirinya memegang tengkuk Yoona, dibawanya Yoona dalam pelukan hangat Siwon.

Yoona menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon, entah kenapa baru kali ini ia merasakan kehangatan pelukan seorang laki-laki.

“jadilah dirimu sendiri Yoong. Oppa tau, selama 3 tahun ini kau sedang bermain peran, kau bukanlah dirimu sendiri. Walau oppa baru mengenalmu beberapa hari ini, tapi oppa sudah tau semuanya. Kau adalah yeoja yang baik Yoong, tidak seharusnya kau menjadi wanita malam” Siwon membelai rambut Yoona

“Be my girl, and you leave your job!!” Siwon menatap mata Yoona

“oppa..” Yoona bingung dengan apa yang harus ia ucapkan, disatu sisi ia sangat mencintai Siwon, tapi disisi lain ia tak boleh menjadi yeoja Siwon

“kau tak perlu ragu, oppa sungguh-sungguh dengan perkataan oppa. Oppa mencintaimu apa adanya. Bahkan, oppa sangat mencintaimu, walau kau tak suci lagi. Tinggalkan pekerjaanmu, oppa sudah menyediakan pekerjaan yang layak untukmu”

“oppa sangat mencintaimu Yoong. Saranghae” Siwon memeluk Yoona lagi.

“nado” gumam Yoona

Entah kenapa, Yoona seperti tersengat aliran cinta Siwon, dia sangat mempercayai ucapan jujur pria itu. Biasanya, Yoona hanya akan menganggap omong kosong jika ada pria yang menyatakan cinta padanya.

*****

Sudah seminggu ini Yoona dan Siwon menjalin hubungan mereka. Sedikit demi sedikit Yoona sudah meninggalkan pekerjaannya. Yoona membuang nomor telefon yang biasanya dihubungi oleh para client’nya saat mereka membutuhkan Yoona.

Siwon dan Yoona sedang bersantai sambil menonton TV di apartemen Yoona. Yoona menyandarkan tubuhnya ke tubuh Siwon, dan tangan kiri Siwon melinkar di pundak Yoona.

“Yoongie-ah, oppa boleh tanya sesuatu?”

Yoona mengangkat kepalanya, dan ia menatap Siwon

“tanya apa yeobo??”

“eummm… kenapa kau bisa jadi pelacur?” pertanyaan Siwon membuat Yoona tersentak

“karena pamanku” jawab Yoona pendek

“dulu, orang tuaku punya banyak hutang pada pamanku. Saat orang tuaku meninggal, secara otomatis, hutang itu menjadi tanggunganku. Waktu itu usiaku masih 19 tahun, aku tidak melanjutkan kuliah, karena tidak ada biaya. Selama 3 bulan aku kerja keras demi melunasi hutang orang tuaku yang jumlahnya sangat banyak, aku bekerja menjadi pelayan toko, pelayan cafe dan saat pagi buta, aku menjadi pengantar susu dari rumah ke rumah. Tapi karena penghasilanku tidak seberapa, hutang itu malah menumpuk semakin banyak, bertambah bulan, maka bertambah pula bunganya. Waktu itu bahkan aku hanya makan sehari sekali, malah kadang aku tidak makan sama sekali. Karena merasa kesal, pamanku lalu menjualku menjadi pelacur. Aku menolak, bahkan aku sempat kabur. Tapi paman tetap menemukanku, dan ia menjualku pada rumah porstitusi. Aku selalu menagis tiap malam, berharap ada orang baik yang menyelamatkanku dan membawaku keluar dari rumah itu. Setahun kemudian, aku disuruh keluar dari rumah itu, karena suatu alasan. Dan sampai sekarang, aku hanya melayani kalau ada yang telefon, client’ku tak perlu datang ke rumah itu. Dan setelah sudah 2 tahun aku menjadi pelacur, hutang itu baru lunas. Saat aku ingin keluar dari pekerjaanku, sangat susah, karena pamanku terus mengawasiku, tapi sekarang pamanku sudah meninggal, sebulan yang lalu ia meninggal, aku sangat membenci pamanku. Saat dia meninggal, aku malah mengutuknya. Aku sangat membenci orang yang tak punya hati seperti dia” Yoona menjelaskan dengan lengkap. Nampak raut kesal diwajahnya

“aku sangat menderita selama 3 tahun ini, aku harus berhubungan intim dengan banyak pria tanpa ada cinta didalamnya, aku juga harus melayani mereka walaupun baru ku kenal, belum lagi aku harus menerima banyak ancaman dari pacar atau istri-istri pelangganku yang tau kalau pasangan mereka sering memakaiku untuk menjadi objek pemuas nafsu mereka. Aku sangat takut oppa” Yoona membenamkan wajahnya pada boneka rilakkuma yang sedari tadi ada dipangkuannya

“sekarang kau tak perlu takut, karena ada aku. Oppa akan menjagamu Yoong. Kau tak perlu menjadi pelacur lagi” Siwon memeluk Yoona.

“gomawo oppa. Aku sangat mencintaimu” Yoona meneteskan air mata kebahagaiaan

*****

“Kyu, hyung sudah punya pengganti Myung Hee” Siwon tersenyum. Siwon dan Kyuhyun sedang bersantai di taman rumah mereka.

“Myoya?? Nuguya hyung?” Kyuhyun langsung kaget

“seorang yeoja” Siwon tersipu

“ya sudah pasti yeoja. Sejak kapan kau pacaran dengan namja. Maksudku, namanya siapa?” Kyuhyun melempar beberapa kerikil kecil ke arah Siwon

“aiiissshh… jangan melemparku dengan kerikil Kyu” Siwon sedikit menghindar

“namanya Yoona” mata Siwon menatap langit, bibirnya menyunggingkan senyum

“Yoona? Perasaan, kau pernah menanyakan yeoja itu padaku. Dia siapa?”

“bukan siapa-siapa”

“apa, dia adalah yeoja yang mengobrol denganmu ketika di club malam itu?”

Siwon langsung menoleh ke arah Kyuhyun, ia tak menyangka kalau adiknya akan langsung dengan cepat menebak.

“kenapa kau dapat dengan cepat menebak?” Siwon mengerutkan dahinya

“kau tak ingat, aku kan pintar hyung” Kyuhyun tersenyum bangga

“kalau begitu, selamat ya hyung, akhirnya kau bisa sedikit melupakan Myung Hee” lanjut Kyuhyun sambil tersenyum

*****

“Yoona, siapa Yoona?” batin Kyuhyun bertanya-tanya

“aku harus mencari tau siapa Yeoja itu” mobil Kyuhyun langsung melesat jauh

Kyuhyun memasuki sebuah club malam, dia yakin, akan mendapatkan beberapa informasi tentang Yoona disini.

“permisi, apa kau mengenal seorang yeoja bernama Yoona?” Kyuhyun menghampiri seorang bartender

“Ya, aku mengenal dia. Wae?” jawab sang bartender

“bisa kau beritau aku beberapa informasi tentang dia?”

“memangnya ada apa?” bartender yang bernama Hankyung itu pun hanya acuh menanggapi Kyuhyun

“ada beberapa hal yang harus aku tau tentang wanita itu”

“Yoona itu seorang pelacur, dia adalah teman dekat dari Yuri, dancer itu” Hankyung menunjuk seorang dancer yang baru saja beraksi di atas panggung

“apa tadi kau bilang?” Kyuhyun menajamkan pendengarannya.

“kau benar tidak tau siapa Yoona? Biasanya anak seumuranmu banyak yang menjadi client’nya” Hankyung masih sibuk meracik minuman.

“Yoona itu…….  pelacur?” wajah Kyuhyun menunjukkan ekspresi aneh, dia tak menyangka kakaknya akan berpacaran dengan seorang pelacur

“iya, memangnya kenapa? Aku juga pernah membookingnya selama 3 malam”

“tapi sudah seminggu ini dia tidak kemari. Aku tak tau kenapa” lanjut Hankyung

“kalau begitu, gomawo atas infonya” Kyuhyun beranjak meninggalkan club malam.

Didalam mobil perasaannya tidak tenang, dia benar-benar tak menyangka, kakaknya yang sangat religius malah berpacaran dengan seorang pelacur.

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Dia langsung masuk rumah dengan tergesa-gesa.

“Hyung, Siwon hyung” teriak Kyuhyun memanggil kakaknya

Siwon yang mendengar teriakan Kyuhyun langsung menuruni tangga dan menemui adiknya.

“ada apa Kyu? Ini sudah malam, tak perlu teriak-teriak segala” Siwon menghampiri Kyuhyun

“hyung, kau pasti sudah tau kan siapa Yoona?” Kyuhyun penuh emosi

“Kyu, apa kau….?” Siwon tak melanjutkan pertanyaannya, ia tak menyangka adiknya akan menyelidiki Yoona sejauh ini

“ya, aku mencari tau siapa Yoona. Hyung, apa kau tidak sadar, dia pelacur hyung, pelacur. Kenapa kau pacaran dengan pelacur seperti dia?” Kyuhyun masih mengeraskan volume suaranya

“lalu, kalau dia pelacur kenapa hah?” Siwon tersulut emosinya

“dia tidak seperti yang kau dengar dan kau tau Kyu.Lagi pula, ini urusanku. Urusi urusanmu sendiri!!” lanjut Siwon

“Hyung, ingat, kita berasal dari keluarga terpandang, orang akan membincangkan apapun yang terjadi pada kita. Dan kau, pacaran dengan seorang pelacur? Apa yang akan mereka katakan? Lagi pula, banyak wanita yang lebih baik dari dia. Tinggalkan wanita hina seperti dia!!”

“apa jangan-jangan, kau sudah pernah berhubungan seks dengan dia?” Kyuhyun menurunkan volume suaranya dan memincingkan matanya

PLAKKK

Satu tamparan cukup keras mendarat dipipi Kyuhyun, Siwon sangat tidak menyangka adiknya akan berkata seperti itu.

“jaga ucapanmu Kyu!!” mata Siwon merah padam jari telunjuknya menunjuk tepat diwajah Kyuhyun

“kenapa kau menamparku? Bahkan kau lebih membela wanita itu, dibandingkan aku adikmu sendiri. Baiklah hyung, terserah kau. Kau sudah tua, susah senang kau yang tanggung sendiri. Jika eomma dan appa juga mengetahui semua yang terjadi padamu, mereka pasti akan langsung membencimu, dan mereka akan satu suara denganku, menyuruhmu untuk meninggalkan pelacur itu!!” Kyuhyun memegangi pipinya dan langsung meninggalkan kakaknya.

Siwon menghela napas, mencoba meredam emosinya.

*****

1 Year Later

 

Yoona duduk di balkon apartemennya, matanya terus menatap langit malam, salju turun menutupi indahnya Seoul dengan serutan putihnya yang dingin. Cuaca begitu dingin, sama seperti hati Yoona saat ini.

Ia terus menatap kosong butiran-butiran putih yang jatuh ketanah.

“mianhae Yoong, oppa harus menerima semua ini. Oppa tidak bisa menolaknya” kata-kata itu terus terngiang ditelinga Yoona, seminggu yang lalu Siwon mengatakannya.

Sudah setahun dia menjalin hubungan dengan Siwon, tapi laki-laki yang sangat ia cintai malah akan dijodohkan dengan wanita lain.

Siwon akan dijodohkan dengan seorang wanita asal California keturunan Korea, wanita itu adalah putri dari rekan bisnis orang tua Siwon.

Yoona tak kuat lagi menangis, air matanya sudah membeku seiring cuaca Seoul yang semakin minus.

“aku harus melupakanmu. Kau pembohong Choi Siwon. Katanya kau akan selalu hidup bersamaku, tapi kenyataannya kau malah akan menikah dengan wanita lain” Yoona setengah berteriak. Ia memegang kepalanya, berusaha untuk melupakan Siwon dari benaknya.

Tiba-tiba handphonenya berdering, tanda ada pesan masuk. Dilayar handphonenya terpampang jelas nama seorang yang sangat ia cintai

Yoona segera membuka pesan dari Siwon

From: Mr. Choi

 “Aku ada di depan, apa aku boleh masuk?”

 

Yoona segera berjalan menuju pintu, dan saat ia membukanya, dihadapannya ada seorang lelaki yang sangat ia rindukan. Laki-laki itu tersenyum pada Yoona.

“untuk apa oppa kesini lagi?” Yoona membalikkan badannya, memunggungi Siwon

“Yoong, oppa rindu padamu” Siwon memeluk Yoona dari belakang

“tapi oppa akan jadi milik orang lain” Yoona melepaskan tangan Siwon dari pinggangnya

“jangan bahas itu Yoong. Hanya kau yang oppa mau. Kau tau, disini, hanya ada kau. Lupakan masalah perjodohan dan yang lainnya!!” Siwon meletakkan tangan Yoona didada bidangnya

“percayalah, oppa sangat mencintaimu”

Yoona menatap lekat mata Siwon. Siwon memang selalu jujur pada Yoona. Dan lagi-lagi Yoona percaya pada Siwon. Padahal baru saja ia akan melupakan namja ini dan tak mempercayai lagi perkataan namja ini. Tapi seperti sudah tersihir, Yoona selalu lemah jika dihadapan Siwon.

“kau percaya oppa kan??” tanya Siwon. Yoona menjawabnya dengan anggukan kepala

Lalu Siwon melingkarkan tangan kanannya di pinggang Yoona, dan ia menaruh tangan kirinya ditengkuk Yoona, didekatkan wajahnya perlahan hingga semakin dekat.

Tak berapa lama, bibir Siwon pun sudah menempel sempurna dibibir manis Yoona.

Siwon melumat bibir Yoona, Yoona sedikit kaget, karena baru kali ini Siwon menciumnya. Siwon menekan kepala Yoona agar ciumannya semakin dalam. Sedikit ragu, Yoona pun membalas ciuman Siwon.

Siwon mencium Yoona dengan sangat lembut, bahkan Yoona merasa sangat nyaman dengan ciuman Siwon. Baru kali ini ada seorang laki-laki yang menciumnya dengan sangat tulus, dengan cinta, bukan dengan nafsu.

Siwon melepas bibirnya dari bibir Yoona. Ditatapnya yeoja cantik yang ada dihadapannya.

“saranghaeyo” Siwon berbisik lembut ditelinga Yoona.

Malam ini Siwon menginap di apartemen Yoona. Diluar sedang terjadi badai salju, jadi cukup berbahaya jika berada diluar

“oppa tidur dikamarku saja. Kalau diluar sangat dingin”

“tapi Yoong, oppa tidak biasa tidur sekamar dengan perempuan” Siwon sedikit gugup. Baru kali ini ia menginap dirumah perempuan

“tapi oppa, apa oppa mau mati kedinginan? Dikamarku penghangat ruangannya masih bagus, jadi tak akan terasa dingin” Yoona berkata didepan pintu kamarnya

“baiklah” Siwon segera masuk ke dalam kamar Yoona.

Memang benar, dikamar ini terasa hangat, sangat berbeda dengan udara diluar.

“tidurlah disini oppa” Yoona tersenyum sambil menunjuk kearah kasur yang sudah ia sediakan untuk tempat Siwon

Mereka berduapun langsung merebahkan tubuh diatas kasur Yoona. Mereka saling menarik selimut, hingga menutupi tubuh keduanya. Suasana sangat kaku. Mungkin Yoona sudah terbiasa dengan para clientnya dulu, tapi kali ini beda, karena Siwon adalah laki-laki pertama yang tidur didalam kamarnya.

Yoona membalikkan badannya menghadap Siwon, rupanya Siwon sudah tertidur.

“namjachinguku, tampan sekali” Yoona membelai wajah tampan Siwon

“i love you oppa. I can’t live without you” mata Yoona sedikit berkaca-kaca. Jari-jari lentiknya masih terus menelusuri tiap senti wajah pria dihadapannya. Ia masih tak percaya jika laki-laki yang sangat ia cintai, kini sedang terbaring di kasurnya, tapi sayang, karena sekitar dua bulan lagi, Siwon akan menikah dengan wanita lain.

Tiba-tiba Siwon terbangun, dan Yoona langsung kaget, tapi tangan Yoona masih diwajah Siwon.

“mian oppa, sudah membuatmu terbangun” Yoona mengangkat tangannya, dia memalingkan wajahnya.

“Yoong……..” tiba-tiba tangan kanan Siwon memeluk pinggang Yoona, dan merapatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Yoona.

“hmmm?” gumam Yoona. Dia masih memalingkan wajahnya. Yoona sedikit kaget dengan Sikap Siwon yang tak biasa

“oppa sangat mencintaimu” Siwon berbisik mesra ditelinga Yoona, lalu bibirnya mencium belakang telinga Yoona.

TBC

Huahahaha…

Mian mian mian😀

Iluth potong disini, soalnya kalo Iluth lanjutin, bakal panjang banget nih part. ckckck

Kasian amat ya YoonWon baru aja mau mulai yadongan tapi digagalin ama TBC’nya Iluth *plakkk* hahahaha

Mian ya kalo di part 2 nih ff malah makin gaje *bow*

Kayanya nih ff cepet banget ya?

Mian, Iluth pengen cepet-cepet ending aja gitu *baca: males nulis #plokkk*
mungkin ini ff bakal berakhir di part 3 deh. Amiiiinn😀

Ditunggu ya part 3’nya!!! ^^

Eh, tapi mungkin part 3’nya bakal diprotect. Hehehe ^^v

Gomawo yang udah baca, jangan lupa KOMENNNNN ^^