Tag

, ,

Author : Iluth_Mrs. Andrew407

Main Cast :

– Kwon Min Jee (OC)

– Choi Siwon

Support Cast : Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Genre : Romance, friendship, comedy(maybe)

Rating : PG 16

Type : Oneshoot

Diclaimer : Siwon dan Eunhyuk milik Tuhan dan orang tuanya. Kwon Min Jee Cuma karangan author. Cerita ini milik saya dan hasil jerih payah saya setelah bersemedi selama 7 hari 7 malem LOL

Warning : cerita murahan, tidak seru, membosankan, bikin ngantuk, ending yang aneh, bikin sakit mata, bikin gatel-gatel, judul ga nyambung ama isi, cerita yang aneh dan alur yang pasaran!!!

DON’T BE A SILLENT READER!!!

 

Selamat menikmati~ ^^

 

_____________________

Author POV

 

Seorang namja berbaju biru sedang berdiri di balkon rumahnya. Matanya menatap kosong, sedangkan ditangannya terdapat sebuah foto bergambarkan seorang gadis cantik.

(anggep aja ini Min Jee waktu masik kecil xD)

Sebuah foto yang sudah ia punya sejak 7 tahun yang lalu. Foto seorang wanita yang amat ia cintai, tapi ia tak tau dimana wanita ini sekarang berada.

“Kwon Min Jee… aku sungguh merindukanmu” lagi-lagi mulutnya bergumam, matanya kembali menatap foto itu.

“kau bilang hanya 5 tahun, tapi ini sudah 7 tahun”

FLASHBACK

 

“Oppa, bagaimana ini? Aku tak mengerti-mengerti” keluh Min Jee yang terlihat sangat bingung dengan buku ditangannya

“bagian mana yang belum kau mengerti Minnie?” tanya Siwon dengan nada lembut

“bagian ini. Aku sangat-sangat bingung” Min Jee cemberut sambil menunjuk poin yang tidak ia mengerti

“ah… begini. Sini oppa jelaskan lagi” Siwon segera menjelaskan ulang mata pelajaran Fisika yang sangat dikuasainya kepada Min Jee

Bagi dia Min Jee itu sudah seperti orang yang sangat berharga baginya, seorang yeoja yang sangat special dihatinya, sorang yeoja yang selalu memberinya dukungan, seorang yeoja yang selalu ada untuknya.

Tapi sayangnya Min Jee tidak tau bagaimana perasaannya.

“ottae? Kau sudah mulai mengerti?” tanya Siwon begitu selesai menjelaskan

“eummm… ne. Arasso oppa” jawab Min Jee dengan senyum aegyonya

“kau ini. Materi ini memang mudah, dasar Min Jee pabo” ejek siwon sambil menjulurkan lidahnya

“YA oppa!!!! Berani-beraninya kau bilang aku pabo” Min Jee langsung menghujani Siwon dengan bantal-bantal dan boneka yang ada di sekelilingnya

“hahaha…. sudah Min Jee-ah, oppa kalah. Hahaha. Eumm.. kita makan saja yuk, oppa lapar” ujar Siwon manja sambil memegangi perutnya

“baik-baik… dasar oppa payah” Min Jee menjulurkan lidahnya

“apa oppa punya banyak makanan?” lanjutnya

“tenang saja Minnie, oppa punya banyak persediaan makanan, kalau kau masih kurang di laci dapur banyak ramyeon instan” Siwon membuka tudung saji di meja makannya yang memang terisi banyak makanan menggoda selera

“Waw… sepertinya enak” Min Jee langsung duduk dan segera mengambil peralatan makannya

Diapun segera menyerbu semua makanan yang ada di meja itu

“YA!! Min Jee-ah, kenapa kau tidak cuci tangan dulu? Dasar kau ini”

“sudahlah oppa, tanggung” jawab Min Jee yang langsung memasukan makanan kemulutnya

“aaaahh oppa.. neomu masitda” lanjutnya dengan mulut penuh makanan

“kau ini cantik, tapi kenapa selera makanmu lebih dari seorang kuli bangunan? Ckckck” lagi-lagi Siwon terheran-heran dengan selera makan gadis dihadapannya itu

“mungkin ini sudah takdir” jawab Min Jee asal

“kasian yang nanti jadi suamimu, punya istri yang pabo, yang tidak bisa masak, yang kalau tertawa ngakak, tapi kalau makan dia bisa menghabiskan sampai 3 liter beras. Ckckck” siwon mengejek Min Jee sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“sudahlah, cepat makan, keburu semua makanan ini kuhabiskan” sahut Min Jee dengan mulut penuh makanan yang kali ini lebih penuh dari sebelumnya

“iya iya. Dasar shikhshin”

_____________________

Hari ini seperti biasa, Min Jee ke rumah Siwon untuk belajar. Tapi sayangnya Siwon sedang tidak ada di rumah.

Ia masuk ke dalam rumah itu yang pintunya tidak dikunci.

“ceroboh sekali dia, meninggalkan rumah tanpa mengunci pintu, bagaimana kalau ada maling masuk? Dasar namja” Min Jee bergumam sendiri

Dia terus-terusan mondar-mandir.

Dia pun menuju lemari es, betapa terkejutnya dia saat membuka lemari es itu, didalamnya berisi banyak cake-cake lezat.

“woaaaahh… ada cheese cake, ada blackforest, ada tiramisu, ada red velvet cake juga,  aigooo… kue-kue ini untuk siapa? Tapi, semuanya sudah dimakan sebagian. Berarti Siwon oppa sudah memakannya. Tidak salah kan kalo aku makan juga. Hehehe” Min Jee mengambil sepotong red velvet cake dan segera menutup kembali pintu lemari es

“aigo Kwon Min Jee, sejak kapan kau menjadi pencuri makanan??” rutuknya dalam hati

“Tapi cake ini sangaaaaat lezat”

Min Jee pun berjalan mondar-mandir. Saat melewati kamar Siwon, Min Jee menghentikan langkahnya, karena penasaran Min Jee mendekati kamar itu dan meletakan tangannya di gagang pintu.

Dengan perlahan-lahan dia memutar gagang pintu itu. Dan akhirnya terbuka

“Ya ampun… bahkan kamarnya juga tidak ia kunci, aigooo sebenarnya kemana dia? Dia pun tak membalas pesanku”

Min Jee mulai melangkahkan kakinya satu persatu memasuki ruangan pribadi milik Siwon.

Min Jee memandang takjub kamar itu. Kamar yang sangat rapih dan bersih. Tidak nampak seperti kamar laki-laki.

Lalu, matanya tertuju pada sebuah buku diatas meja di samping tempat tidur siwon, Min Jee merasa penasaran dengan sebuah buku yang sepertinya adalah buku harian.

 

Perlahan Min Jee mendekati buku itu, dan dengan ragu merengkuhnya

“Sepertinya ini adalah buku harian Siwon oppa” tebak Min Jee

Jari lentik Min Jee langsung membuka sampul buku itu. Baru saja ia membuka sampulnya Min Jee sudah sedikit terkejut, karena di halaman pertama terpampang jelas fotonya dengan Siwon. Dan dibawah foto itu terdapat tulisan “Aku, dengan orang yang kusayang”

“hmmm… orang yang kusayang?” tanya Min Jee dalam hati

Karena rasa penasaran, Min Jee kembali melanjutkan membuka lembar demi lembar buku harian itu. Membaca tulisan yang menurutnya menarik.

Sampai akhirnya dia membuka sebuah halaman, yang didalamnya terdapat gambar hati dan fotonya.

Langsung saja Min Jee membaca setiap kalimat yang tertulis rapi di kertas putih itu.

3 Januari 2005

Aku sangat mencintai yeoja ini. Yeoja dengan sejuta keceriaan, yeoja yang mampu membuatku selalu tersenyum.

Ah, apa aku sudah gila? Aku selalu terbayang-bayang senyuman manisnya. Aku tak bisa melupakannya sedetikpun. Tapi sayangnya aku tak punya kesempatan untuk mengungkapkannya.

Kwon Min Jee, apa kau tau? Aku selalu merasa tidak nyaman kalau kau berada di dekatku, karena jantungku selalu berdegup kencang. Tapi anehnya aku selalu ingin ada di dekatmu.

Tuhan… izinkan aku mencintainya, walau dia tak mencintaiku

*****

Mwo??? Siwon oppa mencintaiku?” Tanya Min Jee pada dirinya sendiri

Jarinya kembali menyelusuri tiap-tiap lembar halaman buku berharga milik Siwon. Dan Min Jee pun membaca setiap tulisan yang terpatri indah diatas lembaran-lembaran kertas putih itu.

Sampai kembali ia menemukan sebuah halaman yang sangat menarik baginya

Diatas kertas putih itu terdapat sebuah foto Siwon memegang sebuah kado berwarna putih berhias pita warna biru.

“aku seperti pernah melihat kado ini” gumam Min Jee

05 Juni 2005

Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Yang ke 15
Dia yang ulang tahun, tapi kenapa aku yang antusias?
Sudah lama aku menunggu hari ini.

Aku memberinya sebuah kado berisi sapu tangan warna pink, dan sebuah tembikar sebagai pajangan dinding berukirkan wajahnya yang special kubuat sendiri

Aku menyertakan cintaku di didalamnya.. Ah, lagi-lagi aku tersenyum ketika membayangkan wajah imut gadis itu.

Aku harap Min Jee menyukainya. 🙂

Saengil chukkae Min Jee-ah…. Semoga kau selalu bahagia, semoga kau selalu di berkati tuhan, semoga kau bisa mencapai cita-citamu

Saranghaeyo…. ♥

*****

“Siwon oppa” Min Jee tak percaya dengan semua yang dia baca.

Namja yang selama ini menjadi sahabat sekaligus kakak baginya ternyata sangat mencintainya.

Perasaan Min Jee menjadi tak karuan , seperti beribu-ribu volt listrik yang mengenai tubuhnya. Min Jee merasa cukup, ia sudah tak kuat lagi melanjutkan aktifitasnya menjelajahi buku harian Siwon.

Min Jee pun langsung keluar dari kamar Siwon, dan dia menuju ruang tengah. Disana ia langsung duduk di sebuah sofa. Ia gugup, hatinya menjadi tidak tenang.

Dia baru saja tau rahasia Siwon selama ini.

Sekitar 15 menit kemudian, sebuah mobil memasuki halaman rumah mungil itu. Dan keluarlah seorang namja tampan yang tak lain adalah sang pemilik rumah.

Dengan langkah santai Siwon berjalan menuju pintu utama

“hah? Aku lupa mengunci pintu ya? Aigooo” Siwon kaget dengan kecerobohannya. Dia berjalan keruang tengah, betapa terkejutnya saat dia mendapati seorang gadis yang sudah tidak asing lagi tengah tidur di sofanya

“Omo, Kwon Min Jee” ujarnya kaget melihat Min Jee yang sedang tidur dengan posisi duduk

“Ah iya, dia pasti kesini mau belajar. Aigoo.. pasti sudah dari tadi dia disini. Aiiisshh… aku sampe lupa” Siwon mendekati Min Jee

“Yeoja ini…. sangat cantik” puji Siwon ketika menatap wajah pulas Min Jee

“Eummm…. Min… Minnie-ah… Ireona!!!” Siwon membangunkan Min Jee dengan nada lembut

Perlahan yeoja itu membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika mendapati wajah Siwon yang berjarak tidak jauh dari wajahnya

“woah. Kau sudah bangun” Siwon mejauhkan badannya

“Oppa…”

“apa kau sudah lama disini? Mian ya, tadi oppa ada keperluan mendadak, jadi oppa buru-buru pergi dan handphonenya lowbat. Kau pasti sudah sangat lama menunggu”

“ani.. gwenchana oppa” jawab Min Jee sambil tersenyum malu

“kita mulai belajar sekarang?”

“aku sedang tidak ingin belajar” Min Jee mencoba berkilah. Padahal ia tak ingin konsentrasinya jadi pecah gara-gara sebuah fakta yang baru saja ia tau.

“wae??” Tanya Siwon sambil menuangkan air mineral kedalam gelasnya

“pokoknya aku sedang malas belajar” Min Jee memanyunkan(?) bibirnya

“dasar kau ini” Siwon mencubit pipi Min Jee

“ih oppa.. apayo” Min Jee mengelus-elus pipinya

“oppa… aku ingin bicara sesuatu padamu” lanjut Min Jee dengan nada serius

“mau bicara apa Minnie?” Siwon meneguk air mineralnya

“Aku… akan pergi ke Perancis minggu depan”

Sontak pernyataan Min Jee membuat Siwon tersedak

“MWO???” Siwon membulatkan matanya

“ne, appa ditugaskan disana”

“yasudah, semoga kau betah disana” Siwon mencoba tetap tersenyum dan tegar. Walau ia tau hatinya sudah menangis

“aku harap begitu” Min Jee tersenyum.

“berapa lama kau disana?”

“aku tak tau, mungkin paling cepat 5 tahun” Jawaban Min Jee membuat Siwon semakin sedih. Sejujurnya ia tak rela melepas gadis yang sangat ia cintai ini

“bagaimana kalau kita mengadakan pesta perpisahan selama 7 hari berturut-turut sebelum kau pergi?” usul Siwon

“oppa… aku hanya pergi 5 tahun” sahut Min Jee

“5 tahun itu sangat lama Kwon Min Jee, lagi pula belum pasti 5 tahun”

“iya sih.. ya sudah, terserah kau saja”

Sebuah senyuman manis tersungging dibibir Siwon, setikdaknya dia merasa senang walau akhirnya dia pasti akan menangis.

“ya sudah, besok kita jalan-jalan ke Lotte world. Eottae?”

“ok, siap sir!!!” Min Jee memberi sikap hormat kepada Siwon

“aiiisshh…. kau ini” Jitakan pelan Siwon tepat mendarat di kepala Min Jee

“iiihh oppa… tanganmu jahil” Min Jee memukul tangan Siwon

“besok kau harus datang tepat waktu, jam 8 pagi. Arra?!”

“mwo? Jam 8? Kenapa pagi sekali” keluh Min Jee

“memangnya kenapa? Apa jam segitu kau belum bangun hah?”

“ani,,, aku sudah bangun tapi kan besok hari minggu, aku ingin santai-santai dulu di rumah”

“iya sih… tapi kan Min…” Siwon tak melanjutkan kata-katanya, Ia lalu menundukkan kepalanya

“ne baiklah… besok jam 8” Min Jee tersenyum, yang tentu membuat Siwon ikut tersenyum.

*****

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah hampir 1 minggu. Perasaan Siwon sudah mulai kacau, ia tak tau harus bagaimana lagi.

Seminggu ini ia berjalan-jalan keliling Korea dengan Min Jee, yang tentu saja malah semakin menguatkan perasaan cintanya pada Min Jee.

Tapi malam ini, ia harus dengan rela melepas Min Jee pergi untuk sementara.

“Minnie, semua perlengkapan sudah kau siapkan?” tanya Siwon saat mereka duduk di sebuah bangku di bawah pohon sakura.

“sudah oppa, semuanya sudah siap” jawab Min Jee sambil memakan ice creamnya

“baguslah kalau begitu. kalau disana, kau harus sering belajar, agar kau tidak pabo lagi” ejek Siwon

“Mwoya?? Oppa ini huh!” Min Jee memajukan bibirnya

“kalau kau disana, kau harus sering-sering menghubungiku, agar kau tidak lupa denganku!!!” pinta Siwon sambil membenarkan lengan bajunya

“ne oppa…. tentu saja” Min Jee kembali tersenyum

“ini, kenang-kenangan dariku” Siwon menyerahkan sebuah cincin emas putih yang cantik untuk Min Jee

“apa ini oppa?” tanya Min Jee heran

“kau tak bisa melihat? Ini cincin pabo!!”

“aigooo… maksudku ini cincin apa?”

“ini cincin asli, emas putih” jawab Siwon asal

“oppa yang pabo” Min Jee menjulurkan lidahnya

“lalu, kenapa kau memberiku cincin?” lanjut Min Jee

“Tidak ada alasannya, aku hanya ingin memberimu itu” Siwon berusaha mencari alasan

“sini, aku pakaikan” Siwon memakaikan cincin itu di jari manis Min Jee

“cincin yang sangat cantik” Min Jee tersenyum sembari memandang cincin cantiknya

___________________________

Siwon POV

Aku terus tersenyum menatap wajah cantik yeoja ini. Wajah yang selalu menjadi candu bagiku.

Kapan lagi aku bisa menatap wajahnya, kapan lagi aku bisa bercanda dan tertawa lepas dengannya.
Semua ini pasti akan sangat aku rindukan

Aaaahh Min Jee-ah.. tak tau kah kau bahwa aku sangat mencintaimu?

Aku memberinya cincin. Maksudnya seperti sepasang suami istri, sang suami memberikan sebuah cincin kepada istrinya tanda bahwa sang istri adalah miliknya.

Aku pun begitu pada Min Jee, aku memberinya cincin berharap kalau suatu saat nanti Min Jee menjadi milikku.

“eummm… kalau begitu, ini untukmu oppa” Min Jee menyerahkan sebuah kalung dengan pendant berbentuk segi tiga

“benarkah? Kalung yang bagus” aku merengkuh kalung itu.

Saat aku melihat pendant kalung itu, terdapat tulisan di bagian belakangnya ‘M S’

“M S, apa ini  Min Jee?” tanyaku sambil menunjukkan tulisan itu

“ah… bukan apa-apa, mungkin bawaan dari pabrik” Min Jee menjawab dengan wajah sedikit gugup

Apa Min Jee menutupi sesuatu?

M S ini apakah Minjee dan Siwon?

Hatiku terus bertanya-tanya, tapi segera ku tepis, karena tidak mungkin Min Jee seperti itu.

__________________________

Aku bangun dari tidurku. Sangat nyenyak mungkin karena mimpiku semalam.

Aku memimpikan Min Jee. Aku dan Min Jee berjalan-jalan di pantai, lalu kami berdua bermain-main air di pinggir pantai, setelah itu aku dan dia duduk di atas tikar yang terbentang di bawah pohon sampai akhirnya aku tidur di pangkuan Min Jee.

Aku segera menuju kamar mandiku, berendam air hangat. Sampai 30 menit kemudian aku menyudahi mandi pagiku.

Aku harus segera bersiap-siap karena aku harus cepat ke bandara, mengantar sekaligus melepas Min Jee yang akan pergi ke Perancis.

Aku memakai pakaianku dan tak lupa, kalung pemberian Min Jee semalam. Aku tersenyum saat memakainya.

10 menit kemudian aku dan mobilku dudah melesat jauh meninggalkan rumah.

_________________________

Min Jee POV

Huft…
Aku tak percaya semua ini.

Aku, eomma dan appa akan pindah ke Perancis. Walau Cuma sementara tapi tetap saja rasanya menyakitkan.

Aku belum siap berpisah dengan teman-temanku. Terutama Siwon oppa. Namja yang selalu ada untukku

Apa disana aku akan bertemu namja sebaik dia?

Aku rasa tidak mungkin, karena Siwon oppa hanya satu-satunya di dunia ini.

Selama di perjalanan aku hanya memandang keluar jendela, sesekali menyeka air mataku yang selalu meleleh sejak tadi malam.

“Min Jee, kau tidak lupa membawa vitaminmu kan?” tanya eomma dari kursi depan

“aku tidak mungkin lupa eomma” jawabku dengan suara pelan

“apa Siwon akan mengantarmu ke bandara?” tanya eomma lagi

“dia menunggu disana”

*****

Satu jam kemudian aku sudah sampai di Incheon International Airport. Aku melihat sesosok pria yang sangat aku kenal sedang duduk di sebuah kursi.

“oppa, kau sudah lama menunggu?” aku menyapanya

“ah, Min Jee-ah, ani baru sekitar 5 menit” Siwon oppa berdiri dari duduknya sambil tersenyum, memamerkan lesung pipinya.

“kau, kenapa wajahmu terlihat sembab?” lanjutnya

“gwenchana” aku mencoba tersenyum

“uljima Min Jee-ah!!” Siwon oppa memelukku. Kau tau bagaimana rasanya? Sangat hangat dan menenangkan. Aku ingin sekali merasakan pelukan seperti ini.

Siwon oppa melepas pelukannya. Lalu dia membungkuk dan menghapus air mataku

“uljima!!” Siwon oppa tersenyum. Senyumannya sangat teduh sampai membuat hatiku tenang.

“kau menagispun orang tuamu tetap akan membawamu ke Perancis, jadi uljimayo Min Jee-ah!!” Siwon oppa menepuk bahuku. Dia terlihat tegar

Apa dia rela melepasku?

Apa dia tidak sedih?

“kalau kau disana, jangan lupakan aku. Arra?”

“arrasoh oppa” aku tersenyum

“gomawoyo” lanjutku

“Min Jee, kau sudah siap? Sebentar lagi akan berangkat” eomma memanggilku

Aku hanya tersenyum lemah. Aku menatap Siwon oppa dia juga menatapku dan tersenyum memberi semangat.

“hati-hati Min Jee, jaga kesehatanmu!! Makan tepat waktu dan jangan lupa belajar!!”

“ne oppa” aku hanya mengangguk lemah

“annyeong oppa” aku mulai melangkahkan kakiku

“hati-hati Minnie-ah” Siwon oppa melambaikan tangannya

Aku pun melambaikan tanganku, aku tak bisa menahan air mataku. Aku menangis.

Langkahku semakin jauh, saat aku berbalik, aku masih melihat Siwon oppa, dia terus menatapku.

________________________

Author POV

Siwon terus-terusan menatap Min Jee. Sampai akhirnya bayangan Min Jee menghilang dibalik pintu

Hatinya hancur, dadanya sesak.

Siwon pun pulang meninggalkan bandara.

Dia segera melajukan mobilnya.

Siwon membelokkan mobilnya didekat sebuah danau. Dan diapun mencurahkan segala kesedihannya disana.

*****

Setelah Min Jee pergi Siwon menjalani harinya seperti biasa. Sebagai seorang arsitektur.

Sesekali dia berjalan-jalan melewati rumah Min Jee, walau ia tau orang yang ia harapkan tidak mungkin ada disitu.

*****

Waktu berlalu sangat cepat, hari ini genap 5 tahun sudah Min Jee pergi.

“dia, benar-benar tidak pernah menghubungimu?” tanya seorang namja berbadan kurus yang bernama Eunhyuk. Namja ini adalah teman dekat Siwon

“tidak pernah” jawab Siwon lemah

“huft… mungkin dia susah menghubungimu Siwonnie”

“mungkin. Aku sudah berjuta-juta kali menghubunginya, tapi tetap susah, sampai rasanya aku ingin menyerah saja” Siwon terlihat sangat frustasi

“jangan menyerah!! Aku yakin, suatu saat nanti kau akan bertemu dengannya lagi. Percayalah” Eunhyuk memberi secercah semangat pada Siwon

__________________________

END OF FLASHBACK

Siwon memasukkan kembali foto itu kedalam kantong celananya. Dia lalu menuruni tangga dan berjalan menuju kamarnya.

Tak lama, handphonenya berdering, tanda ada sebuah pesan masuk.

“hmm.. ada pesan” Siwon bergumam dan ibu jarinya langsung memencet tombol open.
sebuah pesan dari sahabatnya

From: Eunhyuk

Choi Siwon…
Datanglah ke cafe’ku besok!
Pukul 2pm!!
Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.

Karena Siwon penasaran, diapun segera membalasnya

To: Eunhyuk

Nuguya?

Tak berselang lama, handphonenya sudah berdering lagi

From: Eunhyuk

Seseorang, pokoknya kau harus datang!
kalau kau tidak datang, kau pasti menyesal!!

“Siapa seseorang itu? Sampai Eunhyuk tak mau menyebutkan siapa dia” geram Siwon, karena sedikit kesal ia pun segera membanting handphonenya ke kasur

*****

Besoknya

Karena diselimuti rasa penasaran, Siwon pun memutuskan datang ke cafe Eunhyuk siang ini. Dia sudah bersiap-siap, memakai tshirt warna biru muda ditumpuk blazer warna hitam.

Tak berapa lama kemudian dia sudah melesat jauh meninggalkan garasi mobilnya.

Sekitar 15 menit diperjalanan Siwon sudah sampai di depan sebuah cafe minimalis milik sahabatnya.

Setelah memarkirkan mobilnya, Siwon berjalan menuju cafe dengan langkah santainya. Sebuah lonceng kecil yang tergantung di pintu cafe pun berbunyi, tanda ada yang masuk.

“Hyuk” sapa Siwon pada sahabatnya yang tengah membuat 2 cangkir kopi untuk tamu.

“ah, Siwonnie, kau sudah datang rupanya” Eunhyuk menyambut Siwon dengan gummy smilenya yang khas

“duduklah, aku mau melayani tamu dulu!” Eunhyuk menyuruh Siwon sambil membawa 2 cangkir kopi dengan nampan warna krem.

Siwon pun duduk disebuah kursi favoritnya. Semua kursi memang sama saja, tapi bagi Siwon kursi dan meja ini sangat berbeda, banyak kenangan tersimpan yang pernah ia lalui dengan seorang yeoja yang sangat ia cintai.

Cafe ini, selain cafe milik sahabatnya, tapi cafe ini juga salah satu tempat favoritnya dengan Min Jee.

Eunhyuk menghampiri Siwon dengan membawa kopi espresso favorit Siwon dan dia langsung duduk berhadapan dengan Siwon.

“ini kopimu” Eunhyuk meletakkan secangkir kopi ke hadapan Siwon

“sebenarnya siapa yang mau bertemu denganku?” Siwon mengawali perbincangan

“Kwon Min Jee” jawab Eunhyuk singkat

“mwo? Min Jee” Siwon membulatkan matanya. Dia sungguh tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Eunhyuk.

“iya Kwon Min Jee, yeoja yang selama ini kau tunggu-tunggu”

“kau bercanda” Siwon tetap masih tak percaya. Perlahan dia menyeruput kopi panas yang ada dihadapannya.

“aku serius Choi Siwon. Min Jee, dia ingin bertemu denganmu” ekspresi Eunhyuk terlihat sangat serius

“sebentar lagi dia akan sampai. Lebih-baik kau siap-siap” Eunhyuk beranjak dari kursinya dan menepuk bahu Siwon

Benar saja, tak lama kemudian seorang wanita berusia 22 tahun memasuki cafe, yeoja itu memakai dress selutut berwarna peach, rambutnya yang ikal berwarna coklat dibiarkan tergerai.

Menawan, satu kata itulah yang cukup menggambarkan yeoja ini.

Siwon menatap yeoja itu tak percaya, seolah ada daya magnet yang mampu menarik matanya hingga tetap terpaku menatap sesosok cantik yang baru saja memasuki ruangan cafe itu.

Ini adalah kali pertamanya Siwon melihat yeoja itu lagi. Setelah lebih dari 7 tahun tak ada kabar beritanya.

Tapi ada satu hal yang membuat Siwon bertanya-tanya. Min Jee mendorong sebuah kereta bayi yang berisikan seorang bayi perempuan cantik.

“apakah itu bayi Min Jee?” tanya Siwon dalam hati

“ah… Min Jee… kau sudah datang. Cantik sekali kau” sambut Eunhyuk ketika melihat sosok cantik itu memasuki cafenya.

“wah, cafe ini masih sama seperti dulu, sangat menyenangkan disini” Min Jee mengedarkan matanya ke seluruh sudut ruangan

“mian ya oppa, aku telat” Lanjutnya, Min Jee menebar senyum, bibirnya yang berwarna soft pink membentuk bulan sabit, menambah manis wajahnya.

“gwenchana, Cuma telat sebentar” Eunhyuk menjadi salah tingkah

“silahkan duduk disini Min Jee-ah!! Oh iya, kau mau minum apa?” Eunhyuk mempersilahkan Min Jee duduk di depan Siwon

“aku pesan caramel macchiato” Min Jee tersenyum ramah, lelu matanya beralih pada seorang namja yang duduk di depannya yang sedari tadi terus menatapnya

“Siwon oppa” Min Jee menegur Siwon yang masih saja terpaku padanya

“ah, Min Jee” Siwon jadi salah tingkah, lalu dia pun menundukkan kepalanya

Ada satu hal yang membuat Siwon semakin yakin kalau Min Jee sudah menikah, jarinya. Min Jee tak memakai lagi cincin pemberiannya, melainkan kini melingkar sebuah cincin yang lain, cincin yang berbeda.

“kapan kau pulang ke Korea?” Siwon memberanikan diri untuk mengawali perbincangan

“2 minggu yang lalu, tepat hari selasa”

“2 minggu lalu?”

“iya, maaf kalau aku tak memberitahumu oppa”

“gwenchana” Siwon tersenyum tipis. Hatinya sangat hancur.

“ada apa dengan Min Jee? Seolah dia tidak menganggapku lagi” batin Siwon

“mungkin karena sekarang Min Jee sudah bersuami” batin Siwon terus-terusan bergemuruh.

“Nona cantik, ini pesananmu” Eunhyuk menghampiri Min Jee dan meletakkan caramel macchiato di meja Min Jee

“gomapta oppa”

Lalu eunhyuk pun memberi isyarat mata pada Siwon, seolah-olah berkata “inilah waktumu”

“eummm… Min Jee apa kabarmu?” Siwon mulai basa-basi

“aku baik, kalau oppa?” Min Jee mengangkat cangkirnya dan sejurus kemudian sudah menyeruput caramel macchiatonya

“aku juga baik” Siwon hanya tersenyum

“dia namanya siapa Min Jee?” Siwon menanyakan tentang seorang bayi yang sedang tertidur di kereta bayinya

“namanya Yoo Rin, Kim Yoo Rin. Umurnya baru sekitar 50 hari” Min Jee tersenyum sembari memandangi bayi itu

Setelah agak lama mengobrol tiba-tiba bayi yang ada di kereta bayi Min Jee managis

“uuuhh.. Yoo Rin-ah… sepertinya kau lapar” Min Jee menggendong bayi itu

“oppa, lihatlah dia cantik kan?” Min Jee menunjukkan bayi yang bernama Yoo Rin itu pada Siwon

“iya cantik, sama sepertimu” Siwon mencoba tersenyum padahal ia sudah sangat ingin menangis

Penantiannya selama 7 tahun tak membuahkan hasil. Min Jee malah menikah dengan lelaki lain, dan sekarang menunjukkan hasil buah cinta dengan suaminya di hadapan Siwon.

“oppa, aku mau pulang ya, Yoo Rin rewel. Mianhae” Min Jee mengambil tasnya

Lalu Eunhyuk pun menghampiri mereka

“agar Min Jee tidak repot, biarkan Siwon mengantarnya sampai rumah” Eunhyuk menarik tangan Siwon, tapi Siwon hanya diam kebingungan, sontak saja Eunhyuk langsung memberikan isyarat mata

“main lah kerumahku oppa!!” Min Jee mengajak Siwon sambil meletakkan Yoo Rin di kereta bayinya

“ba… baiklah” Siwon terbata-bata

Mereka mulai melangkah keluar dari cafe Eunhyuk

“hati-hati ya!!” teriak Eunhyuk dari dalam

“oh iya, rumahku yang sekarang dekat dari sini, sekitar 10 menit sudah sampai” ujar Min Jee pada Siwon. Siwon hanya tersenyum, dia bingung harus bagaimana.

Selama di jalan, Siwon hanya berjalan dibelakang Min Jee

“nah, kita sudah sampai” Min Jee menghentikan langkahnya didepan sebuah toko, tepatnya baby shop.

“masuklah oppa!” Min Jee mempersilahkan Siwon memasuki tokonya.

Siwon melihat beberapa pembeli yang sedang memilih-milih barang dan terlihat juga beberapa karyawan yang memakai pakaian seragam.

“Hyuna-ah” Min Jee memanggil seorang karyawannya

“ye” yeoja yang dipanggil itupun menoleh lalu membungkuk

“Heechul oppa sudah kemari?” Min Jee menanyakan seseorang pada karyawannya

“belum onnie” jawab yeoja itu lirih

“oh, yasudah” Min Jee tersenyum kamudian berjalan meninggalkan karyawannya

“Oppa, rumahku ada dilantai atas, ayo!!” Min Jee menggandeng tangan Siwon

Tentu saja hal itu membuat Siwon tersentak. Jantungnya hampir copot saat tangan halus Min Jee menyentuh tangannya.

Rumah Min Jee adalah ruko, toko dilantai bawah sedangkan rumahnya dilantai atas.

Min Jee dan Siwon menaiki satu persatu anak tangga, tak lupa, tangan Min Jee menggendong seorang bayi cantik yang kini sedang tertidur.

Sesampainya dilantai atas Min Jee langsung menyuruh Siwon duduk di sebuah sofa, dia pun meletakkan Yoo Rin disebuah kasur kecil diruangan yang sama. Sedangkan Min Jee langsung menuju dapur, menyiapkan minuman untuk Siwon.

Siwon mengedarkan matanya kepenjuru ruangan, dia mencari-cari foto pernikahan Min Jee, tapi sayangnya apa yang ia cari tak ia temukan, yang ada hanyalah foto-foto Min Jee sendirian.

“oppa, ini, cola untukmu!!” Min Jee membawakan sebotol cola dan 2 gelas untuknya dan Siwon. Dan Min Jee langsung menuangkan cola itu kedalam gelas-gelas yang sudah terduduk dimeja.

“gomapta Min Jee-ah” Siwon tersenyum seraya mengangkat gelas dan meneguk colanya.

Min Jee duduk disebelah Siwon. Jantung keduanya tidak karuan. Harus Min Jee akui kalau dia sangat merindukan lelaki ini.

“Min Jee-ah” Siwon membuka pembicaraan

“ye oppa” Min Jee menoleh

“aku… sangat merindukanmu” ucap Siwon lirih

“aku juga” Min Jee menatap dalam mata Siwon. Mata keduanya saling berbicara seolah-olah tau segala isi hati pemiliknya.

Entah setan apa yang merasuk Siwon, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Min Jee, semakin lama semakin dekat, sampai akhirnya sudah tidak ada jarak lagi.

CHUUU~

Siwon mengecup lembut bibir Min Jee, Min Jee tersentak namun ia tidak menolaknya. Tapi Min Jee juga tidak membalasnya, dia hanya diam sambil memejamkan matanya rapat.

Tiba-tiba Siwon sadar akan kesalahan yang baru saja ia perbuat, langsung saja Siwon melepas ciumannya.

“mianhae Min Jee” Siwon menundukkan kepalanya

“aku tak seharusnya menciummu” lanjut Siwon dengan suara bergetar. Mata Siwon mulai berkaca-kaca.

Min Jee hanya diam , ia bingung, kata apa yang seharusnya ia ucapkan.

“aku tak seharusnya mencium wanita yang sudah bersuami. Aku sangat bersalah pada suamimu” Siwon melanjutkan kata-katanya. Kali ini mendung benar-benar sudah pekat di  ujung matanya. Siap menumpahkan air yang semakin tak tertampung lagi.

“bersuami?” Min Jee bertanya dengan wajah bingung

“iya, kau sudah menikah kan?” tanya Siwon meyakinkan

“aku belum menikah”

“belum?” Siwon menatap Min Jee, wajahnya terlihat penuh tanda tanya

“aku belum menikah oppa, jangan ngaco ah!!”

“jinjja” kali ini Siwon terlihat sedikit gembira

“lalu, dia anak siapa?” lanjut Siwon sambil menunjuk Yoo Rin

“aaaahh… dia adalah anak sepupuku, anak Heechul oppa, orang tuanya sedang ada urusan penting, jadi hari ini Yoo Rin dititipkan padaku, karena aku sudah terlanjur janji dengan Eunhyuk oppa untuk bertemu denganmu, aku juga tidak tega meninggalkan Yoo Rin sendirian, jadi yasudah dia kubawa saja” terang Min Jee panjang

“benarkah itu Min Jee” Siwon mulai tersenyum senang

“oh iya, lalu kenapa kau tak memakai cincin pemberianku? Lalu, ini bukan cincin pernikahan?” Siwon menggenggam tangan Min Jee dan mengangkatnya.

“oh.. bukannya aku tak mau memakai cincin pemberianmu, tapi dulu aku pernah tak sengaja hampir kehilangan cincin itu, jadi cincin itu aku taruh ditempat yang aman, karena aku tak mau kehilangan benda pemberianmu oppa, karena…. cincin itu sangat berharga bagiku. Dan ini, cincin ini pemberian eomma saat ulang tahunku tahun lalu” Min Jee menjelaskan serinci mungkin, bibirnya menyunggingkan senyuman tulus.

“apakah itu semua benar?” tanya Siwon dengan wajah berbinar

“benar oppa. Eum… oppa, apa kau masih mencintaiku?”

“mwo?”

“mianhae…. dulu aku pernah membaca buku harianmu, dan disana tertulis kalau kau mencintaiku” Min Jee tertunduk malu

“kau membaca buku harianku?” Siwon sangat kaget dengan apa yang baru saja dikatakan Min Jee

“mian” Min Jee semakin menunduk

“iiiihh… dasar anak nakal” Siwon mencubit pelan lengan Min Jee

“YA!! Oppa, tanganmu tak berubah, tetap saja nakal” Min Jee mengangangkat kepalanya dan langsung memarahi Siwon

“hahaha… sama seperti hatiku, tak berubah, tetap mencintaimu” Siwon tersenyum manis, Min Jee ikut tersenyum ketika mendengar kata-kata Siwon yang terakhir.

“jadi, kau belum menikah?” Siwon mengulang lagi pertanyaannya

“Belum Choi Siwon appa” jawab Min Jee sambil menjulurkan lidahnya

“jadi, aku boleh menciummu lagi?” Siwon langsung mendekatkan lagi wajahnya,, semakin dekat, hingga bibir mereka bertemu lagi

Kali ini ciuman yang berbeda, terasa lebih hangat, lebih dalam dan lebih lembut. Min Jee pun tak tinggal diam, kali ini dia membalasnya

Sekitar 10 menit kemudian, Siwon baru melepas ciumannya.

“oh iya, kenapa kau tidak langsung menghubungiku begitu sampai di Korea? Kenapa juga kau baru pulang setelah 7 tahun? Dan kenapa kau tak pernah sekalipun menghubungiku?” Siwon bertanya banyak pertanyaan, yang tentu saja membuat Min Jee bingung.

“mianhae… handphoneku hilang, karena akau tidah hafal nomor telefonmu, jadi aku tak bisa menghubungimu, dan apa oppa tau? Telefon ke luar negeri itu sangat mahal” Min Jee menjulurkan lidahnya

“lagi pula, aku kan tidak janji 5 tahun, dulu aku bilang sekitar 5 tahun, tapi itupun belum pasti. Dan maaf aku baru menghubungimu, gara-gara aku terlalu sibuk mengurusi toko baruku, aku sampai lupa kalau aku sudah di Korea, ckckck, lalu aku pergi ke cafe Eunhyuk oppa dan memintamu untuk bertemu denagnku” jelas Min Jee panjang lebar.

“dasar Kwon Min Jee pabo” Siwon menjulurkan lidahnya

“YA!! Aku tidak pabo, oppa ini” Min Jee menggembungkan pipinya.

“apa, oppa juga belum menikah?” selidik Min Jee

“aku sudah menikah” Siwon memasang ekspresi serius

“benarkah itu?” sekarang giliran Min Jee yang sedih

“ya, aku sudah menikah” jawab Siwon enteng

“menikah denganmu” lanjut Siwon

Min Jee langsung mengangkat kembali kepalanya dan langsung menatap namja yang baru saya membuatnya jantungan

“denganku?”

“iya denganmu, apa kau tidak mau?”

“aku…” Min Jee tersenyum malu

“aku mau” lanjut Min Jee dengan senyum merekah

“jeongmal?” tanya Siwon tak percaya

“ne, jeongmal”

“saranghae Min Jee-ah” Siwon membawa Min Jee dalam pelukannya

“kenapa, kau mau menikah denganku oppa?” tanya Min Jee yang masih dalam pelukan Siwon

Siwon melepas pelukannya dan langsung menatap lekat mata Min Jee

“karena hanya kau yang kucinta, karena hanya kau yang ada dihatiku dan karena hanya kau yang ku inginkan. saranghaeyo” Siwon tersenyum dan memeluk Min Jee kembali

FIN

Ff’nya gaje banget kan?

Mian ya, aku bikinnya lagi ga napsu >< ckckck

Tapi mohon dikomen ya!!! ^^